Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Israel Ultimatum Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem Jadi Target Berikutnya

Israel Ultimatum Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem Jadi Target Berikutnya

Senin, 02 Maret 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz. Foto: AFP/ Attila Kisbenedek


DIALEKSIS.COM | Internasional - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Israel mengultimatum pimpinan Hizbullah Lebanon akan menjadi target serangan militer berikutnya setelah Tel Aviv menggempur Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kini menjadi “target untuk dilenyapkan” oleh militer Israel. Pernyataan tersebut dikutip media internasional dan disampaikan di tengah eskalasi serangan lintas batas.

Mengutip laporan Al Jazeera, ultimatum itu keluar tak lama setelah jet-jet tempur Israel menggempur sejumlah wilayah di Lebanon. Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 orang.

Serangan Israel terjadi setelah Hizbullah mengklaim telah meluncurkan roket dan drone ke sebuah pangkalan militer di dekat Haifa, Israel utara. Kelompok itu menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas tewasnya Khamenei dalam gempuran gabungan Amerika Serikat“Israel pada Sabtu pekan lalu.

Qassem sendiri menggantikan posisi Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan Israel pada 27 September lalu. Sejak saat itu, dinamika konflik di perbatasan Lebanon“Israel terus bergejolak.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menegaskan bahwa serangan mereka merupakan bentuk hak membela diri. “Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa agresi Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami yang terus berlanjut memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat,” demikian pernyataan Hizbullah pada Senin (2/2), seperti dikutip Al Jazeera.

Hizbullah juga menyatakan serangan tersebut dimaksudkan untuk melindungi rakyat Lebanon sekaligus memberi peringatan keras kepada Israel.

Sebagai respons, Israel kembali melancarkan serangan udara ke Beirut selatan. Media lokal melaporkan sejumlah desa di Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa di timur negara itu turut menjadi sasaran.

Militer Israel mengklaim serangan menyasar fasilitas dan posisi Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut. Bahkan, Israel menyebut berhasil menewaskan seorang komandan senior Hizbullah dalam serangan tersebut.

Namun, sebagaimana dikutip dari Agence France-Presse (AFP), hingga kini belum ada kejelasan mengenai identitas komandan yang disebut tewas itu.

Eskalasi terbaru ini mempertegas potensi meluasnya konflik regional, dengan Lebanon kembali menjadi medan konfrontasi terbuka antara Israel dan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI