DIALEKSIS.COM | Teheran - Iran mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat militer Amerika Serikat (AS), yakni jet tempur F-15 dan pesawat serang A-10 Warthog, pada Jumat (3/4/2026) kemarin. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Besar Pusat militer Iran.
Menurut pihak Iran, jet tempur F-15 ditembak di wilayah barat daya negara itu, sementara pesawat A-10 Warthog dijatuhkan di sekitar Selat Hormuz. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait insiden tersebut.
Laporan sejumlah media internasional menyebut pilot A-10 berhasil selamat. Sementara itu, nasib awak F-15 masih belum sepenuhnya jelas. Disebutkan satu kru telah ditemukan dan diselamatkan, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.
Presiden AS Donald Trump mengakui insiden tersebut, namun menegaskan bahwa hal itu tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi dengan Iran. “Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang,” ujar Trump kepada NBC News.
Media pemerintah Iran juga merilis foto yang diklaim sebagai puing-puing jet F-15, termasuk kursi pelontar dan parasut. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf turut menyindir pernyataan Trump melalui media sosial terkait klaim kemenangan AS dalam konflik ini.
Di dalam negeri, suasana perayaan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran. Warga disebut turun ke jalan merayakan klaim keberhasilan militer mereka, yang dianggap sebagai bukti kemampuan sistem pertahanan baru yang dikembangkan setelah konflik sebelumnya.
Sejumlah analis militer menilai insiden ini sebagai perkembangan signifikan, meski detail operasional masih terbatas. Hingga kini, pihak militer AS belum memberikan tanggapan resmi, sementara klaim serupa sebelumnya dari Iran kerap dibantah oleh otoritas AS. [cnn ind]