Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Iran Libatkan Kanada Selidiki Kotak Hitam Pesawat Ukraina

Iran Libatkan Kanada Selidiki Kotak Hitam Pesawat Ukraina

Selasa, 14 Januari 2020 11:28 WIB

Font: Ukuran: - +

Kecelakaan pesawat Ukraina menewaskan 176 penumpang dan kru di Iran. (Foto: AFP)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Dewan Keselamatan Transportasi (TSB) Kanada membantu proses penyelidikan kotak hitam dan puing-puing pesawat Boeing 737 nomor penerbangan PS752 yang jatuh hingga menewaskan 176 penumpang dan kru.

Ketua TSB Kathy Fox mengatakan kemungkinan 'ada tanda-tanda' Iran akan memberikan ruang agar Kanada lebih aktif dalam proses penyelidikan,.

"Kami tidak sepenuhnya mengetahui apa ruang lingkup investigasi kami nantinya," kata Fox dalam konferensi pers.

Dua penyidik diketahui mendarat di Teheran, Iran pada Senin (13/1). Sementara dua penyidik lainnya disebut akan menyusul dalam beberapa hari mendatang untuk turun tangan melakukan penyelidikan.

Dilaporkan AFP, tim penyelidik asal Kanada disebut akan membantu menganalisis percakapan dalam kokpit dan data yang terekam dalam pesawat.

Tak hanya itu, tim penyelidik juga mendapat izin untuk melakukan proses penyelidikan terhadap puing-puing pesawat di lokasi kejadian.

Proses penyelidikan yang dilakukan terutama menyoal kemungkinan rudal yang ditembakkan secara sengaja atau tidak di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Iran pada Sabtu (11/1) lalu akhirnya mengakui jika pihaknya secara tak sengaja menembakkan rudal hingga menjatuhkan pesawat Ukraine International Airlines pada Rabu (8/1) pekan lalu. Militer Iran mengaku salah setelah mengira pesawat tersebut akan melakukan serangan.

Presiden Iran, Hassan Rouhani berjanji semua pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut akan dijatuhi hukuman.

"Kami telah berbicara dengan presiden Iran dan dia menyampaikan bahwa insiden itu terjadi akibat kesalahan manusia, dan beliau menjanjikan seluruh pihak yang bertanggung jawab tidak akan bisa menghindar dari hukuman," kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, dalam sebuah wawancara radio di Inggris, seperti dikutip CNN.

Pengakuan ini dirilis setelah sebelumnya kerap dibantah oleh Teheran.

PM Kanada Justin Trudeau sebelumnya meyakini jika pesawat Ukraina itu jatuh karena terkena serangan rudal Iran. Senada, pejabat pemerintah Amerika Serikat pun mengatakan bahwa pesawat itu ditembak oleh dua rudal buatan Iran secara tidak sengaja.

Insiden pesawat Ukraina jatuh ini terjadi ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memanas. Serangan udara yang menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani di Irak memicu ketegangan hingga serangkaian aksi balasan ke basis-basis militer dan kantor kedubes AS di Teheran. (Im/CNNIdonesia)

Editor :
Im Dalisah

Komentar Anda