Jum`at, 02 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Eritrea Putus Hubungan dengan Ethiopia di Tengah Konflik Bersenjata

Eritrea Putus Hubungan dengan Ethiopia di Tengah Konflik Bersenjata

Jum`at, 02 Oktober 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Hubungan antara Ethiopia dan Eritrea secara historis rapuh [Foto: Tiksa Negeri/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Asmara - Eritrea menyatakan akan memutuskan seluruh hubungan diplomatik dengan Ethiopia setelah Addis Ababa mengusir 10 diplomat Eritrea di tengah meningkatnya konflik bersenjata di Ethiopia.

Kementerian Luar Negeri Eritrea menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan balasan atas pengusiran para diplomatnya. Eritrea mengatakan tidak memiliki pilihan selain mengambil langkah serupa beserta konsekuensi yang ditimbulkan.

Sebelumnya, Ethiopia mengumumkan penutupan kedutaan besarnya di Asmara. Addis Ababa menuding Eritrea melakukan tindakan permusuhan dan agresi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap Ethiopia.

Ethiopia juga menetapkan 10 diplomat Eritrea, termasuk chargé d’affaires dan diplomat yang ditugaskan untuk Uni Afrika, sebagai persona non grata. Mereka diperintahkan meninggalkan Ethiopia dalam waktu 48 jam karena disebut terlibat dalam kegiatan yang mengancam keamanan nasional.

Eritrea membantah tuduhan tersebut. Asmara justru menuding Ethiopia menjalankan agenda permusuhan dan berupaya mendapatkan akses ke Laut Merah. Eritrea juga menuduh Ethiopia menampung, melatih, dan mempersenjatai kelompok oposisi Eritrea.

Di sisi lain, pemerintah Ethiopia menuduh Eritrea, Sudan, dan Mesir mendukung aliansi oposisi yang dipimpin kelompok Tigray People’s Liberation Front (TPLF). Kelompok tersebut terlibat pertempuran dengan pasukan federal Ethiopia.

Ketegangan diplomatik juga meluas ke Mesir. Ethiopia menetapkan seorang diplomat Mesir sebagai persona non grata, yang kemudian dibalas Kairo dengan mengusir seorang diplomat Ethiopia.

Sementara itu, pertempuran antara pasukan federal Ethiopia dan kelompok oposisi bersenjata terus berlangsung. Ledakan dilaporkan terdengar di Addis Ababa, sementara bentrokan juga terjadi di wilayah Afar.

Konflik terbaru ini menjadi eskalasi terbesar sejak perang Tigray pada 2020-2022. Eritrea sebelumnya mendukung pemerintah Ethiopia dalam perang tersebut, tetapi hubungan kedua negara memburuk setelah perang berakhir.

Hubungan Ethiopia dan Eritrea memang memiliki sejarah panjang konflik. Ethiopia mencaplok Eritrea pada 1962 sebelum perjuangan bersenjata berujung pada kemerdekaan Eritrea pada 1993.

Hubungan sempat membaik setelah Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed berkuasa pada 2018. Namun, rencana dan pernyataan Abiy mengenai upaya mendapatkan akses Ethiopia ke Laut Merah kembali memicu ketegangan dengan Eritrea. [Aljazeera, AFP, AP]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI