Beranda / Berita / Dunia / Erdogan Tuduh AS Bermental Zionis

Erdogan Tuduh AS Bermental Zionis

Kamis, 02 Agustus 2018 20:03 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Reuters

Dialeksis.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bahwa negaranya tidak akan tunduk pada ancaman Amerika Serikat (AS) karena Ankara mengadili Pastor Andrew Brunson. Dia menuduh Washington menunjukkan sifatnya yang bermental zionis dan penginjil.

Pastor Brunson diadili atas tuduhan mendukung upaya kudeta militer yang gagal di Turki pada tahun 2016.

Brunson, yang memimpin jemaat gereja Protestan di Kota Aegean, Izmir, saat ini menjadi "sandera" dari perseteruan diplomatik kedua negara yang sama-sama anggita NATO tersebut.

Brunson minggu lalu berstatus sebagai tahanan rumah setelah hampir dua tahun dijebloskan ke penjara. Dikeluarkannya pastor AS itu dari penjara tidak membuat ketegangan AS dan Turki mereda, karena para pejabat Washington geram setelah Brunson tidak diizinkan meninggalkan negeri Erdogan.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence telah mengancam Turki dengan sanksi menyakitkan jika pastor itu tidak dibebaskan.

"Kami tidak akan memberikan penerimaan untuk jenis bahasa yang mengancam ini," kata Erdogan kepada wartawan di Ankara.

"Tidak mungkin bagi kita untuk menerima Amerika bangkit, terutama dengan mentalitas Zionis, penginjil, dan menggunakan bahasa penuh ancaman semacam ini," ujarnya.

Komentar Erdogan muncul setelah setelah tokoh senior dari minoritas agama Turki mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Rabu yang menyangkal bahwa ada tekanan terhadap pengikut mereka.

Para tokoh senior minoritas Turki seperti Patriark Ortodoks Yunani Bartholomew I dari Konstantinopel, Wakil Patriark Armenia Uskup Agung Aram Atesyan dan Kepala Rabbi Turki Ishak Haleva menandatangani deklarasi yang menyatakan bahwa mereka bebas mempraktikkan keyakinan mereka di negara tersebut.

"Kami mempraktekkan keyakinan dan ibadah kami sesuai dengan tradisi kami secara bebas," bunyi pernyataan mereka, seperti dikutip dari Hurriyet, Kamis (2/8/2018).

Pernyataan bersama itu muncul setelah Wakil Presiden AS Mike Pence pada minggu lalu mengatakan bahwa Brunson adalah korban penganiayaan agama. Erdogan langsung merespons bahwa Turki tidak memiliki masalah sedikit pun dengan agama minoritas.

Baik Pence maupun Brunson adalah penganut Kristen evangelis. Gereja Izmir yang dipimpin Brunson berafiliasi dengan Gereja Presbyterian Injili yang berbasis di Orlando.

Brunson menghadapi hukuman 35 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan bertindak atas nama dua kelompok yang dianggap oleh Turki sebagai teroris. Dua kelompok itu adalah kelompok Fethullah Terror Organization (FETO) yang dikaitkan dengan ulama Fethullah Gulen yang mengasingkan diri di AS. Kelompok yang kedua adalah Partai Pekerja Kurdistan (PKK), salah satu kelompok Kurdi. Gullen selama ini dituduh sebagai salah satu dalang upaya kudeta, namun dia telah membantahnya. (Sindonews)

Keyword:


Editor :
Sammy

riset-JSI
Komentar Anda