Minggu, 25 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ebola Muncul di Nigeria, Jalur Penularannya Masih Ditelusuri

Ebola Muncul di Nigeria, Jalur Penularannya Masih Ditelusuri

Sabtu, 24 Oktober 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Virus Ebola. Foto: Anadolu Agency/pri.


DIALEKSIS.COM | Internasional - Nigeria mengonfirmasi satu kasus Ebola Bundibugyo dalam rangkaian wabah terbaru. Hasil analisis genomik menunjukkan virus pada pasien tersebut berkerabat dekat dengan virus yang ditemukan pada pasien pertama di Kenya.

Menteri Kesehatan Nigeria, Muhammad Ali Pate, menyampaikan temuan itu pada Jumat (23/10/2026). Namun, otoritas Nigeria belum menemukan bukti bahwa pasien pertama di Kenya pernah bepergian ke Nigeria atau memiliki hubungan langsung dengan pasien di negara tersebut. Jalur penularannya masih dalam penyelidikan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien di Nigeria merupakan seorang perempuan dengan riwayat perjalanan dari Uganda. Ia tiba di Nigeria pada 3 Oktober, kemudian mulai mengalami gejala pada 7 Oktober 2026.

Empat hari setelah gejala muncul, pasien mencari pertolongan di sebuah fasilitas kesehatan swasta di Abuja. Pemeriksaan laboratorium pada 20 Oktober memastikan dirinya terinfeksi virus Bundibugyo. Pasien kemudian menjalani isolasi dan mendapatkan perawatan medis.

Petugas kesehatan menelusuri riwayat perjalanan dan kemungkinan paparan pasien untuk menemukan sumber infeksi. Riwayat perjalanan tersebut belum menjadi kesimpulan mengenai lokasi terjadinya penularan.

Dalam laporan awalnya, WHO menyebut otoritas Nigeria telah mengidentifikasi 44 orang yang memiliki kontak dengan pasien. Pemantauan dilakukan bersamaan dengan pencarian orang lain yang mungkin terpapar. Pengendalian infeksi juga diperkuat di fasilitas kesehatan tempat pasien sebelumnya dirawat.

Kasus di Nigeria muncul ketika wabah Ebola Bundibugyo masih berlangsung di Republik Demokratik Kongo. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan bahwa kasus pertama di Kenya juga merupakan kasus impor. Delapan infeksi berikutnya ditemukan pada anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang berkaitan dengan pasien pertama tersebut.

WHO meminta negara-negara di kawasan mempertahankan kesiapsiagaan melalui penguatan pengawasan penyakit, pemeriksaan laboratorium, serta kesiapan petugas dan fasilitas kesehatan.

Pelacakan kontak dan penemuan kasus secara cepat menjadi langkah penting untuk membatasi penyebaran. WHO turut mendukung respons Nigeria melalui penyelidikan kasus, pengendalian infeksi, dan penyediaan perlengkapan pelindung bagi tenaga kesehatan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
esdm 3