Beranda / Berita / Dunia / Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Vin Diesel Dipolisikan Mantan Asisten

Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Vin Diesel Dipolisikan Mantan Asisten

Jum`at, 22 Desember 2023 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Vin Diesel dituding mantan asistennya pernah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya pada 2010, semasa Fast Five digarap. (AFP/CHRIS DELMAS) 


DIALEKSIS.COM | Dunia - Vin Diesel dilaporkan ke polisi oleh mantan asistennya, Asta Jonasson atas tuduhan pelecehan seksual. Dugaan pelecehan ini terjadi pada 2010 saat Jonasson masih bekerja dengan sang artis Hollywood. 

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat (22/12/2023) Jonasson melaporkan Diesel di Los Angeles pada Kamis, 21 Desember 2023. Dalam laporannya, Jonasson mengaku bahwa bintang film The Fast and Furious itu mendekatinya di sebuah hotel di Atlanta. 

Jonasson menyatakan dipekerjakan oleh perusahaan Diesel, One Race, untuk bekerja dengan aktor tersebut di Atlanta, tempat film Fast Five diproduksi. Pada September 2010, Jonasson diminta menunggu di kamar Diesel di Hotel st. Regis. 

Dalam gugatan tersebut, Jonasson menjelaskan dirinya mencoba melarikan diri dari kamar setelah dipaksa masuk ke tempat tidur Diesel. Namun aktor 56 tahun tersebut bergerak ke arahnya lalu meraba payudaranya dan mencium dadanya.

Diesel berusaha menurunkan celana dalam Jonasson, yang membuatnya berteriak dan berlari menuju kamar mandi terdekat. Dikatakan bahwa Diesen memaksanya untuk menyentuh kemaluannya yang sedang ereksi dan melakukan masturbasi. 

Pengacara Jonasson, Claire-Lise Kutlay mengatakan kliennya menutup matanya karena takut membuat pemilik nama asli Mark Sinclair itu semakin marah dan berharap hal tersebut berakhir. 

Setelah pelecehan terjadi, Jonasson dipecat beberapa jam kemudian oleh saudara perempuan Diesel, Samantha Vincent, yang juga presiden One Race Productions. 

“Jelas baginya bahwa dia dipecat karena dia tidak lagi berguna. Vin Diesel telah memanfaatkannya untuk memenuhi hasrat seksualnya dan dia menolak serangan seksualnya,” kata Claire-Lise Kutlay. 

Jonasson menggugat Diesel dan perusahaannya karena menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat. Selain itu, dia juga digugat terkait pengawasan yang lalai, dan pemutusan hubungan kerja yang salah, serta tuntutan lainnya. [sindonews.com]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda