DIALEKSIS.COM | Jenewa - Sebuah berlian biru kehijauan langka bernama “Ocean Dream” terjual dengan harga fantastis dalam ajang lelang internasional Magnificent Jewels yang digelar rumah lelang asal Inggris, Christie’s, di Jenewa, Swiss, Rabu (14/5/2026).
Berlian langka seberat 5,5 karat itu laku lebih dari USD17,3 juta atau sekitar Rp302,7 miliar. Nilai tersebut melampaui estimasi awal pra-lelang yang diperkirakan hanya berada di kisaran USD8 juta hingga USD12 juta.
Christie’s menyebut “Ocean Dream” sebagai berlian biru kehijauan mewah terbesar yang pernah mendapatkan sertifikasi dari Gemological Institute of America.
Berlian tersebut berasal dari batu mentah seberat 11,70 karat yang ditemukan di kawasan Afrika Tengah pada dekade 1990-an. Batu mulia itu kemudian dipotong dengan model segitiga untuk mempertahankan sebagian besar bentuk alami berlian aslinya.
Nama “Ocean Dream” mulai dikenal dunia setelah dipamerkan dalam ajang “Splendor of Diamonds” di Smithsonian Institution pada tahun 2003.
Kepala Global Christie’s Jewelry, Max Fawcett, mengatakan Ocean Dream merupakan salah satu berlian paling istimewa yang pernah dilelang.
“The Ocean Dream adalah permata yang sangat istimewa, kembali dilelang untuk kedua kalinya dalam sejarahnya. Diakui oleh Smithsonian Institution sebagai salah satu dari delapan berlian terlangka di dunia,” ujar Fawcett dalam pernyataannya sebelum lelang, seperti dikutip dari RT, Jumat (15/5/2026).
Meski demikian, asal detail berlian tersebut masih dirahasiakan. Hingga kini, pihak rumah lelang maupun otoritas gemologi internasional belum mengungkap tambang maupun negara spesifik tempat batu mulia itu ditemukan. Informasi yang tersedia hanya menyebut berlian tersebut berasal dari kawasan Afrika Tengah.
Penjualan Ocean Dream menambah daftar lelang berlian langka bernilai tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2025 lalu, rumah lelang Sotheby's juga menjual berlian biru “Mediterranean Blue” seberat 10,03 karat yang berasal dari tambang Cullinan, Afrika Selatan, dengan nilai sekitar USD21,5 juta di Jenewa.