Beranda / Berita / Dunia / AS Memberi Sanksi Pada 16 Mata-mata Militer Rusia

AS Memberi Sanksi Pada 16 Mata-mata Militer Rusia

Jum`at, 21 Desember 2018 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | AS - Amerika memberikan sanksi kepada 16 anggota badan intelijen militer GRU Rusia atas "berbagai aktivitas memfitnah", termasuk gangguan dalam pemilihan presiden 2016 dan peretasan organisasi internasional.

Langkah itu dilakukan pada Rabu, "sebagai tanggapan atas pengabaian terus menerus Rusia terhadap norma-norma internasional," kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.

Mereka yang ditargetkan termasuk Victor Alekseyevich Boyarkin, mantan perwira GRU yang bertindak atas nama oligarki Rusia Oleg Deripaska, katanya.

"Deripaska dan Boyarkin terlibat dalam memberikan dukungan keuangan Rusia kepada partai politik Montenegro menjelang pemilihan Montenegro 2016," kata Departemen Keuangan.

Deripaska adalah di antara beberapa oligarki, pejabat pemerintah senior, dan perusahaan perdagangan senjata milik negara Rusia yang disetujui oleh AS pada bulan April.

Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, dua agen GRU, yang diduga ikut serta dalam percobaan pembunuhan Sergei Skripal di Kerajaan Inggris, juga termasuk di antara yang dijatuhi sanksi.

Langkah-langkah itu juga berlaku untuk dua individu dan tiga perusahaan yang terikat dengan troll pertanian Rusia, Internet Research Agency (IRA), yang dituduh mencoba memanipulasi opini publik AS.

Departemen Keuangan juga menargetkan Aleksei Morenets dan Evgenii Serebriakov, petugas di GRU yang memainkan peran integral dalam mengorbankan database World Anti-Doping Agency (WADA) pada tahun 2016, serta membantu GRU's mencoba masuknya cyber ke dalam Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW).

"Hingga saat ini, pemerintah telah menyetujui 272 individu dan entitas terkait Rusia untuk berbagai macam kegiatan yang memfitnah," kata Departemen Keuangan.

Steven Mnuchin, menteri keuangan, dikutip mengatakan: "Amerika Serikat akan terus bekerja dengan sekutu internasional dan mitra untuk mengambil tindakan kolektif untuk mencegah dan membela terhadap aktivitas memfitnah berkelanjutan oleh Rusia, proksi, dan badan intelijennya."

Setelah tindakan hari Rabu, semua properti dan kepentingan dalam properti orang-orang ini tunduk atau transit yurisdiksi AS diblokir, dan orang AS umumnya dilarang melakukan transaksi dengan mereka.


Keyword:


Editor :
Jaka Rasyid

riset-JSI
Komentar Anda