Rabu, 17 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / AS dan Iran Berdamai, MUI : Saatnya Israel Hentikan Agresi dan Keluar dari Palestina

AS dan Iran Berdamai, MUI : Saatnya Israel Hentikan Agresi dan Keluar dari Palestina

Rabu, 17 Juni 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Prof. Sudarnoto Abdul Hakim. Foto: MUI


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Prof. Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik dan memberikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.

Menurutnya, momentum kesepakatan damai tersebut tidak hanya meredakan ketegangan kedua negara, tetapi harus menjadi titik awal lahirnya stabilitas kawasan sekaligus mendorong berakhirnya berbagai konflik kemanusiaan yang masih berlangsung, khususnya di Palestina.

“Saya sangat berharap hal ini dapat mengakhiri ketegangan, mencegah eskalasi konflik, serta membuka jalan bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan, termasuk penghentian kejahatan Zionis Israel kepada warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan,” ujar Prof Sudarnoto, kepada MUI Digital di Jakarta, Selasa (16/6/26).

Selain itu, Prof Sudarnoto juga menegaskan bahwa setiap langkah yang mengedepankan dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penyelesaian sengketa secara damai merupakan jalan yang harus terus diperkuat oleh seluruh masyarakat internasional. 

“Perdamaian itu merupakan nilai universal yang sejalan dengan ajaran Islam dan cita-cita kemanusiaan dan juga Amanah yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945,”ungkapnya.

Prof Sudarnoto menyampaikan kepada MUI Digital bahwasanya dalam menyambut perdamaian kedua negara tersebut dia menekankan setidaknya terdapat beberapa pertimbangan yang sangat penting yaitu untuk:

1. Menghentikan ancaman peperangan yang lebih luas yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah

2. Menjamin kembali keamanan dan kelancaran pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai salah satu jalur strategis perdagangan dan distribusi energi dunia

3. Mencegah lonjakan harga minyak dan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu dampak utama dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk

4. Mendorong stabilitas ekonomi global, mengingat terganggunya pasokan energi dan perdagangan internasional akan berdampak langsung terhadap inflasi, harga kebutuhan pokok, serta kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk negara-negara berkembang

5. Memberikan ruang yang lebih besar bagi pembangunan, kerja sama ekonomi, dan kemajuan peradaban dibandingkan dengan pengeluaran besar untuk konflik dan perlombaan persenjataan

“Hemat saya kesepakatan damai ini harus menjadi titik awal bagi terciptanya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar penghentian konflik yang bersifat sementara. Karena itu, melalui titik awal ini pemerintah Israel juga bisa dipaksa untuk menghentikan kejahatannya dan keluar dari seluruh wilayah Palestina,” kata beliau menjelaskan.

Untuk menjaga agar kesepakatan damai tersebut benar-benar terwujud dan tidak kembali terjadi peperangan, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) tersebut mengusulkan beberapa hal tegas, di antaranya :

1. Agar seluruh pihak yang terlibat mematuhi secara konsisten seluruh butir kesepakatan yang telah disepakati serta menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu kembali konflik 

2. Agar dibentuk mekanisme dialog dan komunikasi permanen yang melibatkan negara-negara terkait guna menyelesaikan setiap perbedaan melalui jalur diplomasi dan musyawarah

3. Agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas internasional berperan aktif dalam mengawal implementasi kesepakatan damai tersebut secara adil dan transparan

4. Agar semua pihak menjunjung tinggi prinsip hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan penyelesaian sengketa secara damai

Dalam pemaparannya kepada MUI Digital, Prof Sudarnoto mengaku menaruh harapan besar agar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran tidak berhenti hanya pada upaya meredakan ketegangan bilateral semata, tetapi menjadi momentum penting bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

“Atas nama MUI saya mendesak agar semangat perdamaian yang menjadi dasar kesepakatan ini dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, agresi militer, dan pelanggaran hak asasi manusia yang masih berlangsung di berbagai wilayah konflik termasuk di Gaza Palestina,” kata dia.

“Secara khusus saya berharap Pemerintah Amerika Serikat dapat menggunakan pengaruh politik dan diplomatiknya untuk mendorong penghentian seluruh bentuk penyerangan dan tindakan militer yang menimbulkan korban sipil di Gaza, Palestina, maupun di Lebanon," ujar dia. 

"Perdamaian yang sejati tidak dapat diwujudkan apabila kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil masih terus berlangsung,”imbuhnya menegaskan. 

Dia berharap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat menjadi momentum penting bagi lahirnya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah. 

Dia menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi tersebut harus diikuti dengan komitmen bersama untuk menghentikan konflik bersenjata, melindungi warga sipil, serta mendorong penyelesaian yang adil bagi rakyat Palestina.

Prof Sudarnoto menyebut MUI menegaskan bahwa penghentian perang, pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, perlindungan terhadap warga sipil, penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, serta dimulainya proses penyelesaian politik yang adil bagi rakyat Palestina harus menjadi bagian penting dari agenda perdamaian kawasan pasca-kesepakatan Amerika Serikat dan Iran. 

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
dishes