Rabu, 16 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Arab Saudi Cegat Drone Houthi Dekat Mekkah, Milisi Bantah

Arab Saudi Cegat Drone Houthi Dekat Mekkah, Milisi Bantah

Rabu, 16 September 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal-kapal masih berlabuh pada 16 Mei 2026 di Selat Hormuz dekat Pulau Larak, Iran. [Foto: Majid Saeedi/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Arab Saudi menyatakan pada Rabu (16/9/2026), sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone milik kelompok Houthi sebelum memasuki wilayah udara Mekkah, Rabu. Namun, Houthi membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan usang".

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan serangan itu merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk memancing sentimen jutaan umat Islam. Ia menegaskan keamanan Mekkah sebagai kota suci merupakan "garis merah" bagi Arab Saudi.

Houthi melalui juru bicaranya, Hazem al-Assad, menolak tuduhan tersebut. Ia mengatakan klaim mengenai upaya menargetkan Mekkah pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi dapat dipercaya.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut mengecam serangan yang dituduhkan kepada Houthi. OKI menyebut tindakan tersebut sebagai serangan "keji" dan menuding kelompok itu juga menyerang wilayah Madinah serta terus melakukan agresi terhadap Arab Saudi.

Insiden tersebut terjadi ketika konflik Yaman kembali memanas setelah relatif mereda sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB pada April 2022. Arab Saudi menyebut Houthi kembali meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah kerajaan.

Eskalasi konflik turut berdampak pada pasar minyak. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) pada Rabu masih berada di dekat level tertinggi dalam empat bulan, masing-masing sekitar 107,8 dollar AS dan 104,6 dollar AS per barel.

Sementara itu, rata-rata volume transit minyak selama tujuh hari melalui Selat Hormuz meningkat mendekati 12 juta barel per hari. Namun, angka tersebut masih di bawah 60 persen dari tingkat sebelum perang, menunjukkan jalur pasokan minyak global masih menghadapi risiko akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI