Senin, 17 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / 4 Karya Antonello da Messina Dicuri, Nilainya Capai Rp1,4 Triliun

4 Karya Antonello da Messina Dicuri, Nilainya Capai Rp1,4 Triliun

Senin, 17 Agustus 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Museo Regionale di Messina, tempat empat karya seni pelukis abad ke-15 Antonello da Messina dicuri dalam semalam. [Foto: Danilo Arnone/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Milan - Empat karya seni yang dikaitkan dengan pelukis Renaisans Italia, Antonello da Messina, dicuri dari Museum MuMe di Messina, Sisilia, pada Sabtu (15/8/2026) malam. Nilai karya yang hilang diperkirakan mencapai 70-80 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun.

Pencuri berhasil melewati sistem keamanan museum dan membawa tiga dari lima panel San Gregorio Polyptych yang dibuat pada 1473. Mereka juga mengambil sebuah panel dua sisi yang menampilkan Bunda Maria dan adegan Pietà.

Menurut laporan media Italia, kelima panel San Gregorio Polyptych sempat dilepas dari bingkainya. Namun, dua panel ditinggalkan oleh pelaku sebelum mereka melarikan diri.

Direktur MuMe Marisa Mercurio menyebut pencurian tersebut sebagai kehilangan besar bagi museum, Messina, serta dunia seni. Pejabat kebudayaan Messina, Enzo Caruso, bahkan menyebutnya sebagai sebuah bencana bagi kota yang memiliki keterikatan kuat dengan karya Antonello.

Pencurian terjadi saat Messina tengah merayakan Ferragosto, perayaan tradisional Kenaikan Bunda Maria ke Surga yang menjadi puncak musim liburan musim panas di Italia.

Museum ditutup pada Minggu untuk kepentingan penyelidikan. Polisi Carabinieri masih mengumpulkan bukti dan memburu pelaku serta karya-karya yang hilang.

Pakar kejahatan seni memperingatkan bahwa meski karya-karya tersebut sangat bernilai, menjualnya melalui pasar seni resmi akan sulit karena mudah dikenali. Karya seni terkenal yang dicuri justru berisiko berpindah dari satu jaringan kriminal ke jaringan lainnya.

Pencurian ini terjadi beberapa hari setelah polisi di Parma menemukan kembali tiga lukisan curian karya Renoir, Cézanne, dan Matisse senilai sekitar 10 juta euro. [cb-AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai