Beranda / Dialog / Pemangkasan Kakao Efektif Tingkatkan Produktivitas Kakao Aceh

Pemangkasan Kakao Efektif Tingkatkan Produktivitas Kakao Aceh

Rabu, 02 November 2022 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kabid P3BUN Distanbun Aceh, Fakhrurrazi SP MSc. [Foto: ist]

Apa Tujuan Utama dari Program Germas Pemangkasan Kakao?

Tujuan pemangkasan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mampu mengkondisikan kebun lebih steril, karena cahaya matahari yang masuk tercukupi. Pasalnya, kakao sangat rentan dengan kelembaban yang tinggi sehingga munculnya jamur dan juga hama penyakit lainnya. Dengan masuknya sinar matahari yang cukup, maka kebun yang bersih dan tanaman yang terpangkas sesuai dengan standar teknis akan memberikan produksi yang maksimal.

Dimana Saja Persebaran Area Tanaman Kakao di Aceh?

Areal tanaman kakao di Aceh yang dominan tersebar di sejumlah daerah. Di antaranya, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan beberapa daerah lainnya.

Mengapa Germas Pemangkasan Kakao Tahun 2022 Dilakukan di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya?

Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya merupakan kabupaten penghasil kakao terbanyak di Aceh. Bireuen dan Pidie Jaya merupakan kabupaten memiliki potensi kakao atau cokelat dan salah satu komoditi unggulan serta andalan di daerah itu.

Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP saat mengikuti kegiatan Germas pemangkasan kebun kakao di Bireuen, Selasa (8/3/2022). [Foto: ist]Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP saat mengikuti kegiatan Germas pemangkasan kebun kakao di Bireuen, Selasa (8/3/2022). [Foto: ist]

Pemerintah Aceh kini terus berupaya menjadikan tanaman kakao sebagai salah satu produk pertanian unggulan di Aceh. Pihaknya ingin menjadikan Aceh sebagai penghasil kakao terbesar dengan kualitas terbaik di Sumatera. Untuk itulah peran dari berbagai stakeholder sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.

Apa Target Jangka Pendek dan Panjang yang Ingin Dicapai dari Program Germas?

Dalam jangka pendek, kegiatan ini sebagai pemberi semangat bagi petani, khususnya petani kakao untuk lebih aktif dan mau melakukan pemangkasan dan pemeliharaan tanaman guna peningkatan produktivitas kakao.

Distanbun Aceh saat hendak memulai Germas pemangkasan kebun kakao di Bireuen, Selasa (8/3/2022). [Foto: ist]Distanbun Aceh saat hendak memulai Germas pemangkasan kebun kakao di Bireuen, Selasa (8/3/2022). [Foto: ist]

Kegiatan pemangkasan dan pemeliharaan kakao diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan bagi petani Kakao terutama dalam melakukan pemangkasan secara berkala sehingga mendapatkan hasil yang nyata dalam waktu jangka panjang.

Apakah Sudah Ada Industri Pengolahan Kakao di Aceh dan Bagaimana Volume Ekspornya?

Di Pidie Jaya, sudah ada industri pengolahan minuman dan makanan dari buah kakao (coklat) menjadi bubuk coklat dan barang siap saji, yaitu produsen Socolatte Kakao Pidie Jaya.

Tahun 2022, produsen Socolatte Pidie Jaya juga sudah pernah mengekspor Coklat Bar ke Jepang sebanyak lebih kurang 6.000 Pcs dan akan berusaha ekspor ke berbagai negara lainnya, melalui pengiriman via udara, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Volume ekspornya memang masih kecil, tapi jika kegiatan ekspor ini terus berlanjut akan memberikan dampak positif bagi harga jual biji kakao petani di Aceh.

Di Kota Sabang juga sudah ada produsen dengan merk dagang Cokinol Foods (Coklat Kilometer Nol) dengan motto dari Sabang untuk Aceh, Indonesia dan dunia. Bahan baku coklat masih asli dari petani kakao Kota Sabang. Coklat produksi Cokinol masih mencukupi kebutuhan untuk wilayah Kota Sabang dan Banda Aceh. Saat ini belum mengekspor hasil produksinya ke luar negeri.(Adv)


Halaman: 1 2
Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda