DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penceramah Ustadz Dr. Drs. Yusrizal, M.Si. dalam tausiyahnya di Masjid Babul Mawaddah atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kodam IM, mengajak jamaah untuk memahami hakikat hidup melalui tiga pertanyaan mendasar: dari mana manusia berasal, ke mana ia akan kembali, dan untuk apa ia diciptakan.
Dalam ceramahnya, Yusrizal menegaskan bahwa manusia perlu menjadikan pengenalan terhadap diri sendiri sebagai pintu untuk mengenal Allah SWT dan memahami tujuan hidup. Menurutnya, orang yang tidak mengenal Tuhannya dan tidak memahami dirinya akan mudah menolak kebenaran dan cenderung membenci syariat.
Ia merujuk makna Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 130, yang mengingatkan bahwa siapa pun yang berpaling dari ajaran Nabi Ibrahim adalah orang yang merendahkan dirinya sendiri. Pesan ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa keteguhan iman harus dibangun di atas pengenalan yang benar terhadap Allah SWT.
“Dalam kehidupan ini, apa yang kita pikirkan, apa yang kita baca, dan bagaimana kita berinteraksi, semuanya membentuk siapa diri kita. Karena itu, manusia perlu menata hati, pikiran, dan amalnya agar hidup tidak kehilangan arah,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut langsung di dengar Dialeksis.
Yusrizal juga mengajak jamaah memahami Surah Al-Fatihah sebagai induk ajaran yang menjadi dasar hubungan manusia dengan Allah SWT. Menurutnya, kalimat “segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” bukan sekadar bacaan dalam salat, melainkan pengakuan hakikat bahwa manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.
Ia menambahkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan hakiki adalah akhirat yang kekal. Karena itu, manusia harus memahami tujuan penciptaannya, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT dan menaati seluruh perintah serta menjauhi larangan-Nya.
Sebagai penegasan, pesan ceramah tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Ayat ini memperjelas bahwa tujuan utama hidup manusia adalah pengabdian total kepada Sang Pencipta.
Selain itu, pesan tentang perlunya kesadaran arah hidup juga sejalan dengan Surah Al-Hasyr ayat 18, yang mengingatkan agar setiap orang memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok. Dalam konteks ceramah Yusrizal, “hari esok” bukan hanya masa depan dunia, tetapi juga hari akhir yang menentukan nasib manusia di akhirat.
Secara keseluruhan, ceramah Ustadz Yusrizal menekankan bahwa keselamatan dunia dan akhirat hanya dapat diraih dengan memahami jati diri, memperkuat tauhid, serta menata hidup sesuai tuntunan Islam. Dengan kesadaran itu, manusia tidak hanya tahu dari mana ia berasal dan ke mana akan kembali, tetapi juga mengerti untuk apa ia hidup.