Beranda / Berita / RI dan University of Nottingham Kembangkan Riset Pesawat Listrik Senilai Rp 3,7 Miliar

RI dan University of Nottingham Kembangkan Riset Pesawat Listrik Senilai Rp 3,7 Miliar

Senin, 30 November 2020 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

University of Nottingham, Foto: doc bbc.com


DIALEKSIS.COM | Jakarta - UK Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) mendapatkan hibah 200 ribu poundsterling atau setara Rp 3,7 miliar dari Inggris melalui Global Challenges Research Fund (GCRF) yang dipimpin oleh the University of Nottingham. Demikian sebut Koordinator UKICISC Bagus Muljadi, Minggu (29/11/2020).

 “Hibah dari Pemerintah Inggris ini untuk membiayai proyek penelitian pertama dari UK Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) bekerja sama dengan UGM dan Universitas Indonesia dimulai awal 2021,” katanya dikutip dari antara.

Menurut Bagus, hibah tersebut akan memungkinkan pihaknya mengatasi tantangan berkaitan dengan adopsi kendaraan listrik (EV) dan pesawat listrik di Indonesia. Dipilihnya tim UKICIS, membuktikan bahwa Indonesia menjadi prioritas dibanding negara lain yang menjadi fokus GCRF.

“Dana dari pemerintah Inggris ini diprioritaskan untuk membangun kapasitas industri batterai, kendaraan dan pesawat bertenaga listrik di Indonesia,” jelasnya.

Menurut pihak Universitas Nottingham, dana hibah dari Pemerintah Inggris adalah hasil tindak lanjut dari pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Hal yang kami lakukan adalah bentuk dari diplomasi sains dengan menggunakan riset sebagai alat untuk merekatkan kerja sama Inggris dan Indonesia,” katanya.

Universitas Nottingham ingin membantu membangkitkan industri kendaraan dan pesawat listrik Indonesia lewat riset kolaborasi UKICIS antara institusi riset terbaik di Inggris dengan Indonesia upaya membangun hubungan bilateral yang lebih erat antar kedua negara.

The University of Nottingham dan Global Challenge Research Fund setuju mendanai proyek akan dimulai awal tahun 2021.

“Saya sangat senang proyek kami mendapatkan penghargaan Global Challenges Research Fund (GCRF), ” ujar Bagus sambil menambahkan bahwa proyek tersebut akan membantu meningkatkan kualitas udara, kesehatan dan kesejahteraan, mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan ketahanan dan mobilitas masyarakat [*].

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda