DIALESKIS.COM | Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu melayangkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. Langkah ini ditempuh menyusul kekecewaan terhadap sikap pemerintah AS yang secara sepihak dianggap membela aksi yang dilakukan Israel terhadap Palestina dengan melakukan hak veto di Dewan Keamanan PBB.
Surat terbuka Syaikhu itu diantarkan oleh Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, Sukamta, didampingi Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Ledia Hanifa ke Kedutaan Besar AS, Jakarta pada Senin (17/5).
"Kita tahu bahwa Presiden AS sikapnya sangat sepihak juga diikuti perwakilan AS di Dewan Keamanan PBB yang akan memveto apa saja sanksi yang ditujukan kepada Israel, tentu saja ini bertolak belakang dengan semangat AS yang menjunjung tinggi HAM," kata Sukamta dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (17/5).
Dalam surat tersebut, lanjut dia, Syaikhu mengingatkan Biden agar tidak hanya diam. Syaikhu, menurut Sukamta, juga meminta agar AS tetap berpegang pada nilai-nilai universal maupun nilai-nilai yang diyakini AS sendiri.
Berikut isi lengkap surat terbuka Syaikhu terhadap Biden.
Untuk Tuan Presiden Joe Biden,
Empat bulan sudah Anda resmi menjadi Presiden Amerika Serikat. Masih teringat, bagaimana Anda dalam kampanye menyampaikan kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat bahwa suara Muslim Amerika penting bagi komunitas kami, bagi negara kami. Dan saat ini, kami umat Islam sedang terluka oleh tindakan brutal tentara Israel. Di saat kami sedang menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, di saat kami sedang merayakan Idul Fitri.
Dan yang lebih melukai lagi, sikap pemerintahan Anda yang memveto dukungan 14 anggota Dewan Keamanan PBB untuk deklarasi bersama demi mengurangi ketegangan Palestina-Israel. Sikap Dewan Keamanan PBB yang sesungguhnya kami nanti-nantikan sebagai hadiah Hari Raya kami, namun negara Anda telah memvetonya seakan tidak peduli dengan nasib kemanusiaan bangsa Palestina.
Terlebih Anda tahu bahwa di antara korban serangan brutal Israel adalah warga Gaza yang hingga hari ini masih diblokade. Blokade itu sendiri sungguh merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi, karena menghalangi bantuan kemanusiaan internasional untuk korban kekerasan.
Dan Anda masih diam saja, bahkan membiarkan serangan brutal Israel yang diarahkan ke warga sipil di Gaza. Bukan hanya menghancurkan rumah-rumah, juga menghancurkan kantor-kantor termasuk kantor media yang semestinya dilindungi dari serangan sebagai bentuk kebebasan pers.
Tuan Presiden Joe Biden,
Israel mungkin mengatakan bahwa serangan mereka untuk membalas respon gerakan perlawanan di Palestina. Tapi Anda perlu ingat, bahwa reaksi gerakan perlawanan di Palestina karena mereka menyaksikan saudara-saudara mereka di perkampungan Sheikh Jarrah diusir, juga umat Islam yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsha dis