Beranda / Berita / Polisi, Gembong Fredy Pratama Terafiliasi dengan Jaringan Segitiga Emas Narkoba di ASEAN

Polisi, Gembong Fredy Pratama Terafiliasi dengan Jaringan Segitiga Emas Narkoba di ASEAN

Sabtu, 16 September 2023 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Polisi menyebut gembong narkoba Fredy Pratama terafiliasi dengan peredaran narkoba Segitiga Emas di Asia Tenggara. Jaringan internasional The Golden Triangle atau 'segitiga emas' yaitu kawasan di bagian utara Asia Tenggara yang meliputi Thailand, Laos, dan Myanmar.

"Betul (terafiliasi dengan jaringan segitiga emas)," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa saat dikonfirmasi, Jumat (15/9/2023).

Mukti membeberkan alur peredaran narkoba yang dikendalikan Fredy. Barang haram Fredy bermuara dari jaringan Segitiga Emas tersebut.

"Narkoba di beli di segitiga emas di-packing di Thailand dalam teh China dan dikirim ke Malaysia dan kirim ke Indonesia," beber Mukti. 

Modus operandi jaringan ini selalu sama. Yakni mengemas narkoba menggunakan teh China dalam proses penyelundupannya. Sementara itu, pabriknya juga masih berada di kawasan segitiga emas. 

"Di golden triangle," ucap Mukti.

Sebelumnya, Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi menyebut Fredy tidak memiliki tempat buatan atau pabrik narkoba di Indonesia. Fredy hanya sebagai penyambung antara produsen ke distributor yang berada di Indonesia. 

"FP tidak punya pabrik tetapi sebagai pengendali antara pemilik barang yang ada luar negeri dengan jaringan yang ada di indonesia," ujar Jayadi.

Total 884 tersangka peredaran gelap narkoba jaringan Fredy Pratama ditangkap dari 2020-2023. Penangkapan berbekal 408 laporan polisi (lp) yang masuk di Bareskrim Polri dan polda jajaran. 

Total 10,2 ton sabu disita. Polisi menaksir 52 juta jiwa bisa diselamatkan dari penangkapan sindikat Fredy Pratama sejak 2020-2023. Apabila 1 gram sabu dipakai oleh 5 orang.

Berdasarkan barang bukti, sosok Fredy Pratama disebut masuk sebagai salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. Dari hasil analisa Direktorat Tindak Pidana Narkoba didapati bahwa mayoritas narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Fredy. 

Setiap bulannya, sindikat Fredy mampu menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kilo sampai 500 kilo. Dengan modus operandi menyamarkan sabu dalam kemasan teh.

 
Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda