Jum`at, 22 Mei 2026
Beranda / Berita / Konflik Antar Mahasiswa di USK Picu Pembakaran Pos Satpam dan Gedung Kampus

Konflik Antar Mahasiswa di USK Picu Pembakaran Pos Satpam dan Gedung Kampus

Kamis, 21 Mei 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Bentrokan yang melibatkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian itu menyebabkan sejumlah fasilitas kampus rusak dan terbakar. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Keributan antar mahasiswa kembali mengguncang lingkungan Universitas Syiah Kuala pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026. 

Bentrokan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian itu menyebabkan sejumlah fasilitas kampus rusak dan terbakar. 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan sivitas akademika karena terjadi di tengah suasana kampus yang masih memanas pasca aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh beberapa hari sebelumnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, keributan terjadi sekitar pukul 01.39 WIB di kawasan Kampus USK, Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Peristiwa tersebut diduga merupakan lanjutan dari ketegangan sebelumnya yang berkembang usai aksi unjuk rasa mahasiswa pada 18 Mei 2026.

Keributan bermula saat sekitar 70 mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi area Fakultas Teknik dan terlibat bentrokan dengan sejumlah mahasiswa Teknik. Akibat kejadian itu, beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan.

Situasi yang semula hanya berupa ketegangan antarkelompok mahasiswa kemudian berubah menjadi bentrokan besar. Ketegangan disebut terus meningkat hingga menjelang subuh. Sekitar pukul 03.50 WIB, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik melakukan aksi balasan dengan mendatangi area Fakultas Pertanian.

Aksi tersebut berujung pada kerusakan besar di sejumlah titik. Pos satpam dilaporkan dibakar massa. Selain itu, gedung D3 Pertanian Lama ikut terbakar. Tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil juga hangus dilalap api. Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas di lingkungan Fakultas Pertanian mengalami kerusakan akibat aksi massa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat aksi balasan berlangsung, massa dari Fakultas Pertanian disebut telah meninggalkan lokasi sehingga bentrokan fisik tidak lagi terjadi secara langsung.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait segera turun melakukan monitoring dan pengamanan di area kampus. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sejumlah fasilitas kampus.

Setelah berlangsung selama beberapa jam, situasi di lingkungan kampus mulai berangsur kondusif sekitar pukul 06.20 WIB. Meski demikian, pihak terkait menilai perlu adanya langkah cepat berupa mediasi dan pengamanan terpadu guna mencegah eskalasi konflik susulan.

Di tengah situasi yang masih sensitif, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari, mengeluarkan imbauan kepada seluruh dosen dan sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga keamanan kampus.

Dalam pesannya, Rina menyampaikan apresiasi atas perhatian para dosen terhadap kondisi kampus di tengah dinamika yang terjadi. Ia meminta seluruh pihak tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dari luar yang dapat memperkeruh keadaan.

“Jangan sampai kita terpecah karena provokasi dari luar. Mohon bantuannya juga untuk mengingatkan anak-anak kita,” ujar Rina.

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, termasuk insiden yang terjadi pada Senin malam sebelumnya. Menurutnya, kasus tersebut akan diinvestigasi lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

“Kita juga sudah meminta pengamanan dari pihak security kampus dan kepolisian untuk hari ini karena ada wisuda,” katanya.

Rina turut mengajak seluruh sivitas akademika untuk menahan diri dari tindakan maupun penyampaian yang dapat memperburuk situasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang bijak, persuasif, dan mengedepankan semangat persaudaraan di lingkungan kampus.

“Apabila terdapat informasi penting maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan kampus, mohon dapat segera berkoordinasi dengan pimpinan fakultas maupun pihak universitas,” lanjutnya.

Ia berharap seluruh elemen kampus dapat bersama-sama menjaga marwah dan keamanan USK agar aktivitas akademik dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi konflik antarmahasiswa.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI