Kamis, 03 April 2025
Beranda / Berita / Gempa M3.2 Guncang Aceh Besar, BMKG: Warga Diimbau Tetap Tenang

Gempa M3.2 Guncang Aceh Besar, BMKG: Warga Diimbau Tetap Tenang

Selasa, 01 April 2025 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin. Foto: doc Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Wilayah Kabupaten Aceh Besar diguncang gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 3.2 pada Selasa (1/4) pagi pukul 05:56:49 WIB. Gempa yang berpusat di darat tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Seulimeum-North. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa, meskipun getaran dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di koordinat 5.57° Lintang Utara dan 95.48° Bujur Timur, atau 39 kilometer arah Barat Laut Jantho, Aceh Besar, pada kedalaman 5 kilometer.Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu aktivitas sesar aktif.

“Hasil monitoring menunjukkan bahwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas aftershock gempa M5.2 yang terjadi pada 30 Maret lalu. Hingga hari ini, sudah tercatat 45 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi,” ujar Andi dalam keterangan resmi, Selasa pagi.

Gempa ini dirasakan dengan skala Intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI) di Aceh Besar, di mana getaran lemah terdeteksi oleh beberapa orang serta menyebabkan goyangan pada benda-benda ringan yang digantung. Andi menegaskan bahwa gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Aktivitas sesar Sumatra memang cenderung aktif, sehingga gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

BMKG mengimbau warga agar menghindari penyebaran informasi tidak resmi terkait potensi gempa atau tsunami. “Pastikan semua informasi bersumber dari kanal resmi BMKG, seperti situs web, media sosial terverifikasi, atau aplikasi mobile yang kami sediakan,” tegas Andi.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat mitigasi bencana, seperti memastikan struktur bangunan tahan gempa dan menyiapkan jalur evakuasi darurat. “Kesiapsiagaan adalah kunci mengurangi risiko, terutama di wilayah rawan aktivitas tektonik seperti Aceh,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI