Beranda / Berita / Ayah Jacob Blake Baca Al-Fatihah, Trump Serukan Biden Tes Narkoba

Ayah Jacob Blake Baca Al-Fatihah, Trump Serukan Biden Tes Narkoba

Jum`at, 28 Agustus 2020 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Aksi demo atas penembakan Jacob Blake (Foto: AFP)


DIALESKSIS.COM | Amerika Serikat - Penembakan pria kulit hitam bernama Jacob Blake oleh polisi di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat memicu gelombang demonstrasi. Di hadapan para demonstran, ayah Jacob Blake membaca surat Al-Fatihah saat berorasi.

Dalam sebuah video yang dilansir CNN, Rabu (26/8/2020) ayah Jacob Blake tampak berbicara di hadapan para demonstran. Ayah Blake mengatakan anaknya lumpuh setelah ditembak tujuh kali oleh petugas polisi di Wisconsin.


Ayah Blake membacakan Surah Al-Fatihah dalam kitab suci Alquran, untuk putranya itu. Tidak jelas apakah ayah Jacob Black mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Muslim, tetapi selama pidatonya dia mengakui keragaman keluarganya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (27/8/2020):

Brenton Harrison Tarrant, pembantai 51 muslim di dua masjid di Selandia Baru dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hukuman ini dijatuhkan tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Seperti dilansir dari Associated Press (AP), Kamis (27/8/2020), hakim menjatuhkan hukuman maksimum kepada pria penganut supremasi kulit putih asal Australia itu. Ini merupakan pertama kalinya hukuman penjara seumur hidup diterapkan di Selandia Baru.

Hakim Cameron Mander mengatakan kejahatan Tarrant begitu keji sehingga seumur hidup dipenjara tidak bisa menebusnya. Dia mengatakan bahwa Tarrant telah menyebabkan luka yang sangat besar dan berasal dari ideologi yang menyesatkan dan ganas.

"Tindakan Anda tidak manusiawi," kata Mander. "Anda sengaja membunuh bayi berusia 3 tahun saat dia menempel di kaki ayahnya," imbuh hakim.

- Ditembak Polisi 7 Kali, Jacob Blake Lumpuh dari Pinggang ke Bawah

Pria kulit hitam bernama Jacob Blake yang ditembak polisi di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), kini mengalami kelumpuhan mulai dari pinggang ke bawah. Belum diketahui pasti apakah kelumpuhan itu akan menjadi permanen.

Seperti dilaporkan media lokal Chicago Sun Times dan dilansir The Guardian, Kamis (27/8/2020), ayah Blake, yang juga bernama Jacob Blake, menuturkan bahwa terdapat delapan lubang bekas peluru di tubuh putranya yang berusia 29 tahun itu. Sang ayah menyebut putranya kini lumpuh dari pinggang ke bawah.

"Apa yang membenarkan seluruh tembakan itu?" tanya ayah Blake. "Apa yang membenarkan untuk melakukan itu di depan cucu-cucu saya? Apa yang kami lakukan?" imbuhnya.

- Di Hadapan Demonstran AS, Ayah Jacob Blake Baca Surah Al-Fatihah

Penembakan pria kulit hitam bernama Jacob Blake oleh polisi di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat memicu gelombang demonstrasi. Di hadapan para demonstran, ayah Jacob Blake membaca surat Al-Fatihah saat berorasi.

Dalam sebuah video yang dilansir CNN, Rabu (26/8/2020) ayah Jacob Blake tampak berbicara di hadapan para demonstran. Ayah Blake mengatakan anaknya lumpuh setelah ditembak tujuh kali oleh petugas polisi di Wisconsin.

Ayah Blake membacakan Surah Al-Fatihah dalam kitab suci Alquran, untuk putranya itu. Tidak jelas apakah ayah Jacob Black mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Muslim, tetapi selama pidatonya dia mengakui keragaman keluarganya.

"Keluarga saya sangat beragam, dan kami tidak hanya mewakili satu hal," kata ayah Jacob Blake sebelum membaca Alquran.

- Trump Ingin Biden Lakukan Tes Narkoba Sebelum Debat Capres AS

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyerukan agar tes narkoba dilakukan oleh dirinya dan Joe Biden, rivalnya dalam pemilihan presiden (pilpres) November mendatang.

Dalam wawancara dengan Washington Examiner seperti dilansir AFP, Kamis (27/8/2020), Trump menyatakan dirinya penasaran dan curiga dengan peningkatan penampilan Biden saat pemilihan pendahuluan Partai Demokrat beberapa waktu lalu.


"Kita akan menyerukan dilakukannya tes narkoba," ucap Trump saat menyampaikan kekagetan atas penampilan Biden dalam debat terakhir melawan Senator Vermont, Bernie Sanders, pada Maret lalu.

- India Kembali Cetak Rekor dengan 75 Ribu Kasus Corona Sehari

India kembali mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus virus Corona (COVID-19) harian di wilayahnya. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 75 ribu kasus Corona terdeteksi di wilayah India.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (27/8/2020), Kementerian Kesehatan India melaporkan 75.760 kasus Corona tercatat dalam sehari di negara tersebut. Angka ini tercatat sebagai tambahan kasus harian tertinggi di India.

Tambahan kasus harian sebelumnya tercatat pada 22 Agustus, saat 70.488 kasus Corona terdeteksi dalam sehari. India sendiri mencatat lebih dari 60 ribu kasus baru setiap harinya selama dua pekan terakhir.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

Berita Terkait
    riset-JSI
    Komentar Anda