Beranda / Advertorial / Anemia Dapat Tingkatkan Resiko Stunting, Bumil Dianjurkan Jaga Kesehatan dan Rutin Cek Kesehatan

Anemia Dapat Tingkatkan Resiko Stunting, Bumil Dianjurkan Jaga Kesehatan dan Rutin Cek Kesehatan

Kamis, 01 Desember 2022 22:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Akhyar

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Utara, dr Harry Laksamana. [Foto: Ist.]


“Kalau di awal-awal kehamilan, gejala kesehatan yang terjadi pada ibu hamil adalah muntah-muntah dan masalah nutrisi lainnya. Sedangkan di trimester kedua dan ketiga, gajalanya beresiko ke pendarahan antepartum. Makanya sangat disarankan kepada ibu hamil untuk menjaga kesehatannya, dan rutin mengecek kesehatan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua IDI Aceh Utara itu menjelaskan bahwa pencegahan anemia pada ibu hamil bisa juga dilakukan dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), hanya saja pemakaian obat penambah darah ini harus dilaksanakan dengan ketentuan dan resep dokter.

dr Harry menjelaskan, anemia atau kurang darah dapat menyebabkan ibu hamil kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi pada ibu hamil bisa membuat bayi beresiko terlambat berkembang.

“Betul, Tablet Tambah Darah (TTD) efektif. Tetapi perawatan harus tetap berfokus pada masalah kesehatan ibu hamil. Kalau ibu hamil mual-mual, maka mualnya kita hentikan. Kalau muntah-muntah, maka muntahnya kita hentikan,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Aceh sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan terkait aksi bergizi mencegah Anemia pada remaja putri dengan konsumsi Tablet Penambah Darah dengan tujuan untuk menekan angka stunting di Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif mengatakan, pemberian TTD tidak hanya untuk siswi yang kurang Hb, tapi sifatnya preventif.

“Selain pemberian TTD, intervensi-intervensi lain harus tetap dilaksanakan. Contohnya pada ibu hamil, minimal pemeriksaan kehamilannya 6 kali harus dilakukan, dua diantaranya harus diperiksa oleh dokter.Kemudian ibu hamil minimal mengonsumsi 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan. Demikian juga untuk intervensi pada kelompok anak Balita, juga penting untuk diperhatikan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, memastikan bayi mendapatkan ASI ekslusif sejak lahir hingga anak berusia 6 bulan, dan juga melengkapi imunisasi", pungkas dr Hanif, saat menghadiri kegiatan Aksi Bergizi di Kabupaten Pidie Jaya, Oktober lalu. [ADV]

Halaman: 1 2
Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda