Beranda / Berita / Aceh / Wali Kota Beri Peringatan Keras Manajemen Matahari Beurawe

Wali Kota Beri Peringatan Keras Manajemen Matahari Beurawe

Jum`at, 25 Oktober 2019 12:20 WIB

Font: Ukuran: - +

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. [Foto: Ist.]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah SE Ak MM bereaksi keras atas tingkah laku salah satu karyawan pusat perbelanjaan Matahari Banda Aceh yang menari dengan menggunakan pakaian mirip pakaian perempuan sebelum jam kerja dimulai pada Sabtu 19 Oktober lalu. Video rekaman kegiatan itu viral di media sosial dan menimbulkan sejumlah komentar dari warganet.

Menurut Aminullah, tingkah laku semacam itu menunjukkan ketidakpekaan pihak manajemen Matahari Banda Aceh atas nilai-nilai syariat dan adat istiadat yang berlaku di Kota Banda Aceh.

"Saya peringatkan untuk tidak terulang di masa mendatang, baik dalam bentuk yang serupa maupun dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang tidak mengindahkan syariat Islam di Banda Aceh" kata Aminullah.

Menurut Aminullah, peringatan itu juga berlaku untuk seluruh tempat usaha dan pusat perbelanjaan lainnya, termasuk tempat penginapan seperti hotel dan wisma, yang ada di kota ini.

Dalam video yang viral itu, seorang pria memakai baju perempuan dan kemudian menari dengan beberapa pegawai lainnya di gedung pusat perbelanjaan yang terletak di Beurawe tersebut.

"Jika kejadian ini terulang, saya akan kenakan sanksi penutupan, bisa selama seminggu, yang bisa diikuti dengan sanksi penutupan yang lebih lama atau permanen. Jadi, ada konsekuensi berat yang harus ditanggung!" kata Aminullah.

Terkait dengan komentar warganet, Aminullah menghargai masukan dan kritikan tersebut dan meminta disampaikan secara konstruktif. 

Saat ada laporan kejadian itu, Satpol PP/WH sudah melakukan pemeriksaan dan memanggil manajer mal itu. "Kami selalu melakukan pengawasan atau pemantauan, tetapi tentu saja Satpol PP/WH tak mungkin berada di seluruh tempat di Banda Aceh pada saat yang sama selama 24 jam," kata Aminullah.

Karena itu, lanjut Aminullah, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk membantu tegaknya syariat di Banda Aceh.

"Masyarakat itu ya termasuk pemilik seluruh bentuk usaha perdagangan dan jasa. Saya minta para pengusaha atau pedagang pro aktif dalam pengawalan pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh dan juga harus taat kepada berbagai aturan yang berlaku," kata Aminullah yang sedang berada di Perth, Australia, menghadiri acara "70th Anniversary of Diplomatic Relationship Indonesia – Australia" yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Indonesia di Australia. 

Ada 10 perwakilan Kabupaten/Kota di Indonesia diundang, salah-satunya adalah Banda Aceh yang antara lain turut memanggungkan kesenian dan mempromosikan sektor wisata Kota Banda Aceh. (rls)


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda