Beranda / Berita / Aceh / USK Berhasil Produksi 2 Unit Inkubator Portabel untuk Bayi Prematur di Aceh

USK Berhasil Produksi 2 Unit Inkubator Portabel untuk Bayi Prematur di Aceh

Rabu, 02 November 2022 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +


[Foto: For Dialeksis]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mini Factory Incubator Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil memproduksi 2 (Dua) unit Inkubator Portable.

Inkubator itu diserahkan kepada masyarakat melalui Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia dan Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh. 

Program ini merupakan program Pengabdian masyarakat berbasis produk yang didanai oleh LPPM melalui PNBP USK tahun 2022.

Diketahui, ternyata produk ini inkubator yang ketiga buatan Mini Factory Incubator yang sudah ada di USK sejak tahun 2020. 

Awalnya Mini factory Incubator ini diinisiasi oleh Prof. Raldi Artono Koestur seorang guru besar di Departemen Teknik Mesin UI yang bekerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT USK.

Di Aceh sendiri, kehadiran inkubator sudah ada sejak tahun 2014 ketika salah seorang dosen program studi Teknik Mesin USK Ratna Sary, ST, MT baru kembali dari pendidikan S2 di Universitas Indonesia dan menjadi agen relawan inkubator di Banda Aceh. 

Masalah utama muncul, ketika ruang inkubator tempat peletakan bayi yang terbuat dari akrilik mengalami keretakan, padahal sudah di packing dengan kayu. Problem yang lain adalah tingginya biaya pengiriman inkubator ke wilayah-wilayah yang jauh dari pulau Jawa. 

Oleh karena itu, muncullah ide keinginan mendirikan pusat pabrikasi inkubator di wilayah Timur dan Barat Indonesia dengan tujuan mudah terjangkau ke seluruh pelosok Nusantara. 

Wilayah Timur Mini Factory Incubator didirikan pada tahun 2018 di Universitas Cendana Kupang NTT, dan 2 tahun kemudian tepatnya di Juli 2020 Mini Factory Incubator didirikan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Selanjutnya »     Inkubator buatan USK Diterima Langsung B...
Halaman: 1 2 3
Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda