Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Usai Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Abu Mudi: Saya Alami, Bukan Rekayasa

Usai Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Abu Mudi: Saya Alami, Bukan Rekayasa

Sabtu, 01 Agustus 2020 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ulama kharismatik Aceh, Teungku Haji Hasanoel Bashry yang lebih dikenal sebagai Abu Mudi usai dinyatakan sembuh dari Covid-19, yang sebelumnya telah menjalani perawatan selama satu minggu di Rumah Sakit Zainal Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA). 

Seperti dilansir dari channel youtube miliknya Mudi TV, Abu Mudi mengatakan apa yang ia alami sejak hari pertama dirawat di ruang RICU RSUDZA bukan sebuah rekayasa.

Abu Mudi menegaskan, wabah pandemi Covid-19 ini nyata adanya dan bukan sebuah rekayasa.

Ia menyebutkan, gejala lemah, pusing dan penurunan nafsu makan yang ia alami merupakan gejala yang mengarah pada Covid-19.

“Wabah Covid-19 ini nyata adanya. Apa yang menimpa saya memang benar dan bukan sebuah rekayasa. Gejala lemah, pusing dan penurunan nafsu bukan merupakan gejala yang mengarah pada Covid-19, pada orang diabetes seperti saya," kata Abu Mudi melansir channel youtube miliknya, Sabtu (1/8/2020).

Ia juga mengatakan, ia telah mengikuti anjuran dokter dan ini merupakan ikhtiar yang baik.

"Ini merupakan ikhtiar yang baik dan harus kita jalani saat kita dinyatakan positif Covid-19 oleh dokter ahli. Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan ataupun mencari pembenaran yang dapat mengganggu kinerja dokter dan pemerintah," ungkapnya.

Abu Mudi juga mengucapkan rasa terimah kasih kepada pemerintah Aceh yang telah memonitor dengan baik perkembangan kesehatannya selama 24 jam.

"Terimah kasih kepada Pemerintah Aceh dan seluruh Tim Satuan Tugas Covid-19 di RSUDZA yang telah memonitor perkembangan kesehatan saya selama ini," ujarnya.

Abu Mudi hari ini dibolehkan pulang dari ruangan isolasi setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun Abu Mudi juga harus melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari ke depan dengan protokol kesehatan yang ketat. (IDW).


Editor :
Indra Wijaya

riset-JSI
malikusaleh idul adha
Komentar Anda
dinsos dan M