Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UNSIL-UTU Salurkan Peralatan Bersih Rumah untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya

UNSIL-UTU Salurkan Peralatan Bersih Rumah untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya

Rabu, 31 Desember 2025 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Universitas Siliwangi (UNSIL) melalui Universitas Teuku Umar (UTU) menyalurkan bantuan peralatan bersih rumah kepada masyarakat Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Meureudu - Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan berbagai pihak.

Universitas Siliwangi (UNSIL) melalui Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan peralatan bersih rumah kepada masyarakat Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada Rabu (31/12/2025), di Meunasah Desa Blang Cut. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar mempercepat proses pemulihan warga setelah banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 sekitar pukul 22.30 WIB dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Banjir bandang tersebut meninggalkan dampak yang sangat serius. Sejumlah rumah warga hancur, tertimbun lumpur dan material kayu, memaksa banyak keluarga mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian.

Hingga lebih dari satu bulan pascabencana, sebagian warga masih belum dapat kembali menempati rumah mereka karena kondisi yang belum layak huni.

Tim Universitas Teuku Umar yang hadir langsung dalam kegiatan penyaluran bantuan ini dipimpin oleh Ketua Senat UTU, Basri, SH., MH, didampingi Sekretaris Senat UTU Hafinuddin, S.Pi., M.Si, Dr. Eza Aulia, SH., M.H, serta Hamdani, S.I.Kom selaku anggota dan staf Senat UTU. Kehadiran rombongan UTU disambut dan diterima langsung oleh aparatur Desa Blang Cut, yakni Sekretaris Desa Hendri Saputra, S.E.

Desa Blang Cut tercatat sebagai salah satu desa dengan tingkat kerusakan terparah akibat banjir bandang. Berdasarkan data aparatur desa, sebanyak tujuh unit rumah warga dinyatakan hilang, sementara 115 rumah lainnya mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat.

“Bencana banjir bandang ini sudah dilalui masyarakat Desa Blang Cut selama kurang lebih 36 hari. Sampai hari ini, masih ada rumah warga yang belum bisa ditempati karena lumpur dan kayu yang masuk ke dalam rumah bisa mencapai ketinggian 1,5 meter,” ujar Ketua Senat UTU, Basri, SH., MH.

Ia menjelaskan, selama ini warga membersihkan rumah mereka dengan peralatan seadanya. Kondisi tersebut membuat proses pembersihan berjalan lambat dan membutuhkan tenaga ekstra. Berangkat dari realitas itulah, UNSIL melalui UTU menyalurkan bantuan yang difokuskan pada peralatan bersih rumah.

“Peralatan bersih rumah ini diberikan oleh Universitas Siliwangi dan disalurkan oleh tim Senat Universitas Teuku Umar kepada masyarakat Desa Blang Cut. Tujuannya agar memudahkan dan mempercepat proses pembersihan rumah, sehingga rumah-rumah warga bisa segera bersih dan ditempati kembali,” kata Basri.

Bantuan yang disalurkan meliputi sekrup, gerobak sorong, sepatu boot, paket mesin pompa air, handuk, serta beras. Seluruh peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dalam membersihkan lumpur dan sisa material kayu yang masih menumpuk di dalam maupun di sekitar rumah.

“Kami berharap alat-alat ini bisa digunakan semaksimal mungkin untuk mempermudah masyarakat. Kita juga berdoa bersama agar musibah ini segera pulih, sehingga aktivitas masyarakat Desa Blang Cut dapat kembali normal, baik aktivitas jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Basri.

Sementara itu, Sekretaris Desa Blang Cut, Hendri Saputra, S.E, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh UNSIL melalui UTU. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat pada fase pemulihan pascabencana saat ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Universitas Siliwangi melalui Universitas Teuku Umar atas bantuan yang sangat kami butuhkan. Masyarakat kami sudah terdampak banjir selama 36 hari dan saat ini mulai berfokus untuk membersihkan rumah dari tanah dan kayu akibat banjir bandang yang terjadi pada 25 November lalu,” ujar Hendri.

Ia merinci, bantuan yang diterima Desa Blang Cut terdiri dari 30 unit sekrup, lima unit gerobak sorong, 128 pasang sepatu boot, tiga unit paket mesin pompa air, 170 lembar handuk, serta 20 karung beras. Bantuan tersebut akan segera dimanfaatkan dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sudah kami terima dan insyaallah sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas pembersihan rumah. Mudah-mudahan bantuan dari Bapak dan Ibu dari UNSIL dan UTU menjadi ladang pahala, dimudahkan rezekinya, diberikan kesehatan, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tutup Hendri. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI