Sabtu, 30 Agustus 2025
Beranda / Berita / Aceh / Tim Penilai Adipura Verifikasi Lapangan di Aceh Tengah

Tim Penilai Adipura Verifikasi Lapangan di Aceh Tengah

Jum`at, 29 Agustus 2025 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Tim verifikasi Adipura 2025 melakukan verifikasi lapangan selama 3 hari di Aceh Tengah, terlihat tim yang didampingi Bupati Aceh Tengah melakukan kunjungan ke RSU Datu Beru Takengon. (Foto/Dok)

DIALEKSIS.COM| Takengon - Tim verifikasi untuk meraih penghargaan Adipura, melakukan kunnjungan ke Aceh Tengah. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kunjungan lapangan selama tiga hari di negeri penghasil kopi ini.

Tim penilai yang hadir dalam verifikasi dari KLHK, Achdyawan Wenda Keynesandy, S.Pt. Ike Mediawati, S.Si., M.Sc dan rombongan melakukan kunjnungan lapangan untuk memberikan penilaian, apakah Aceh Tengah layak mendapatkan prediket Adipura 2025.

Tim yang melakukan verifikasi lapangan selama tiga hari, dalam kunjungan ke RSU Datu Beru, Kamis (28/06/2025) turut didampingi Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tengah Drs. Ishal, dan Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin.

Tim penilai Adipura langsung turun lapangan ke sejumlah lokasi utama yang menjadi indikator penilaian kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Verifikasi langsung ke lapangan mulai dari fasilitas publik, sekolah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mulie Jadi, TPS3R, ruang terbuka hijau, rumah sakit, hingga puskesmas. Setiap titik pantau menjadi parameter dalam menilai sejauh mana keseriusan daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, menyebutkan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program peningkatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan dalam menciptakan daerah yang bersih dan sehat sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta sinergi antar perangkat daerah.

“Bukan hanya ketika ada penilaian Adipura saja kita menjaga kebersihan. Di RSUD Datu Beru misalnya, saya selalu memantau langsung pelayanan dan kebersihannya setiap pagi. Jadi ini sudah menjadi budaya bersama”, tegas Bupati.

Bupati menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah. Mengubah mindset, bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau Aceh Tengah tidak bisa menjadi nomor dua, nomor satu pun tidak apa-apa. Yang penting perilaku bersih menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya dengan nada bercanda kepada tim verifikasi.

Sementara itu tim penilaia indicator Adipura menyebutkan, pihaknya bukan sekadar menilai tampilan fisik kebersihan suatu kota, tetapi juga bagaimana keberlanjutan program lingkungan berjalan melalui kebijakan, partisipasi masyarakat, dan inovasi pemerintah daerah.

Ini merupakan momentum penting bagi Kabupaten Aceh Tengah untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta kualitas pelayanan publik.


Keyword:


Editor :
Redaksi

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka