Ia mengatakan, ketika masa konflik ia harus meninggalkan orang tuanya dalam perjuangan hingga saat ini hanya dirinya yang masih hidup. “Perkara ini merupakan perkara moralitas saya tidak bisa terima, karena saya bertanggung di Aceh Utara,” sebutnya.
Pasca kejadian itu, Anwar telah bertemu dengan Muzakir Manaf selaku Ketua KPA Pusat, Panglima Wilayah dan Panglima Muda Pase serta 15 Panglima Sagoe di Aceh Utara dan menceritakan apa adanya.
“Hari ini saya berbicara apa adanya dan kita menginginkan adanya transparansi dan akurat,” pungkasnya. [ftr/bna]