distanbun 10
Beranda / Berita / Aceh / Terkait Kinerja Achmad Marzuki, Ini Tanggapan Tim Kerja Pj Gubernur Aceh

Terkait Kinerja Achmad Marzuki, Ini Tanggapan Tim Kerja Pj Gubernur Aceh

Sabtu, 13 Agustus 2022 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur

Tim Kerja Pj Gubernur Aceh, Muhammad Saleh. [Foto: Istimewa]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - LSM Kontras Aceh, Katahati Institute dan MaTA menilai Pj Gubernur Aceh tak memiliki orientasi dalam kepemimpinannya untuk menuntaskan beberapa permasalahan di Aceh, salah satunya permasalahan kemiskinan, vaksin, dan lainnya. 

Jumat (12/8/2022), Pj Gubernur Aceh juga mengundang Pimpinan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Aceh untuk bersilaturahmi di Pendopo Gubernur Aceh. Pertemuan itu berlangsung dari pukul 19.30 sampai dengan selesai.

Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh Pimpinan OMS Aceh, namun OMS Kontras Aceh, Katahati Institute dan MaTA menolak hadir dalam pertemuan tersebut. 

Berdasarkan surat terbuka yang diterima Dialeksis.com, Sabtu (13/8/2022) yang dikeluarkan oleh Kontras Aceh, Katahati Institute dan MaTA disebutkan bahwa agenda pertemuan ini akan sama tidak pentingnya dengan agenda pertemuan dengan perwakilan media beberapa waktu lalu dengan tujuan yang sama.

“Tidak ada agenda yang jelas dalam sebuah kegiatan tentu saja menyalahi tujuan berdirinya sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) itu sendiri yaitu menjembatani, memperjuangkan, dan membela kepentingan rakyat dari dominasi kepentingan modal dan politik praktis,” tulis dalam surat tersebut. 

“Padahal ada banyak sekali agenda pembangunan Aceh yang seharusnya menjadi agenda untuk didiskusikan dan dikerjakan bersama stakeholder terkait sebagaimana pernah di sampaikan oleh PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki tersebut seperti penuntasan kemiskinan, tata kelola pemerintahan dan investasi serta pemulihan pasca covid-19,” sambung dalam surat tersebut.

Sementara itu, terkait hal tersebut Tim Kerja Pj Gubernur Aceh, Muhammad Saleh saat dikonfirmasi Dialeksis.com, Sabtu (13/8/2022) menegaskan tak bisa menjawab hal tersebut. 

“Yang bisa menjawab hal tersebut adalah Kepala-kepala Dinas. Namun, selama 30 hari saya mendampingi Pj Gubernur Aceh komitmen tersebut sudah mulai ditunjukkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam pertemuan Rakor dengan para Bupati/Walikota beberapa waktu yang lalu, permasalahan seperti Kemiskinan, UMKM, dan juga Investasi juga dibicarakan.

“Beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan pertemuan Jurnalis, Ulama, dan Mahasiswa dan sudah banyak hal yang disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh,” sebutnya.

Menurutnya, selama ini program-program Pj Gubernur Aceh juga jelas dan terarah. “Contohnya seperti pertemuan tadi malam (pertemuan dengan OSM Aceh), yang tadinya dijadwalkan hanya sampai pukul 21.30 WIB ternyata berlangsung hingga jam 12 malam. Ini artinya apa? terjadi sebuah sinergitas antara Pj Gubernur Aceh dan OSM Aceh yang berhadir tadi malam,” sebutnya.

Saleh menyebutkan, dalam pertemuan itu, Pj Gubernur Aceh meminta LSM/OSM Aceh untuk mendampingi SKPA.

“Berdasarkan data yang saya miliki memang sudah ada LSM/OSM Aceh yang menjalin kerjasama dengan SKPA, baik dengan Bappeda, Dinas Perizinan dan lainnya. Namun Pak Gubernur (Achmad Marzuki) meminta hal tersebut untuk diperkuat kembali,” jelasnya.

Ia juga mengungkap, bahwa nanti akan juga dibuat Cluster-cluster NGO yang linear dengan Dinas-dinas. “Misalkan, LSM A itu linear dengan Dinas A. Nanti kedepannya kita akan duduk kembali membahas hal tersebut. mungkin nanti Pak Gubernur minta duduk atau diatur jadwal sebulan sekali untuk evaluasi,” tukasnya.

Menurut Pj Gubernur Aceh, sambung Saleh, banyak hal yang harus diperbaiki di Aceh. “Banyak hal yang harus diperbaiki Aceh,” pungkasnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

distanbun 11
riset-JSI
Komentar Anda