Beranda / Berita / Aceh / Simulasi Gempa dan Tsunami Digelar di Pesantren Terpadu Inshafuddin

Simulasi Gempa dan Tsunami Digelar di Pesantren Terpadu Inshafuddin

Rabu, 21 Februari 2018 22:04 WIB

Font: Ukuran: - +


Foto: Ist

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang menggelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami sekolah di Pesantren Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh, Senin (19/2).

Simulasi ini melibatkan 450 santri dan 74 guru dari SMP, SMA dan dayah Inshafuddin.

Diskenariokan, gempa bumi dengan kekuatan 8,9 SR dengan 10 km melanda Banda Aceh pada jam 11.00. Mengharuskan warga pesantren untuk evakuasi ke lantai 3 gedung sekolah yang merupakan Tempat Evakuasi Sementara (TES) bagi warga Inshafuddin dan komunitas sekitarnya.

Kegiatan pembukaan dan pelaksanaan simulasi juga dihadiri oleh Sekda Kota Banda Aceh, Kepala BPBD Kota Banda Aceh, BPBA, Perwakilan Kemendikbud, Kemenag Kota Banda Aceh, Perwakilan Kedutaan Jepang, UNDP Regional Bangkok, ITB dan perwakilan dinas dan instansi terkait serta akademisi, praktisi dan LSM.

Kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian program penguatan kapasitas masyarakat dalam mengurangu risiko gempa bumi dan tsunami. Sebelumnya pada bulan Desember 2017, tepatnya pada hari peringatan tsunami Aceh, 24 Desember telah diselenggarakan kegiatan simulasi gempa dan tsunami untuk warga desa Deah Glumpang, Gampong Jawa dan Gampong Pande Banda Aceh.

Muhammad Hasa, Ketua FPRB Banda Aceh menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangakain kegiatan pendampingan dan simulasi yang telah berlangsung sebelumnya.

"Baik simulasi tsunami hari ini, dan keseluruhan kegiatan terlaksana atas kerja sama Forum Pengurangan Risiko Bencana Aceh dengan BPBA, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, BPBD Kota Banda Aceh, Dinas Penddikan Kota Banda Aceh, Depag Kota Banda Aceh," ujarnya. (rel)

Keyword:


Editor :
Sammy

riset-JSI
Komentar Anda