DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Seulawah Team dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) tampil mewakili Aceh dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Tingkat Nasional 2026 pada Divisi Fixed Wing.
Kompetisi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut berlangsung di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 21-26 September 2026.
General Manager Seulawah Team, Kevin Adiatma, mengatakan keikutsertaan tim dalam KRTI 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa USK untuk menunjukkan hasil pengembangan teknologi robot terbang yang telah dipersiapkan sebelumnya.
"Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa nama Universitas Syiah Kuala dan Aceh di tingkat nasional. Kami ingin memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi ini," ujar Kevin saat dihubungi media dialeksis.com, Jumat (25/9/2026).
Menurut Kevin, persiapan menghadapi KRTI dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari perancangan, perakitan, pengujian hingga penyempurnaan sistem pesawat tanpa awak.
Ia mengatakan kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi anggota tim untuk mengembangkan kemampuan dalam desain, manufaktur, pemrograman, elektronika, dan sistem kendali pesawat tanpa awak.
Seulawah Team merupakan tim robot terbang USK yang aktif mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak. Keikutsertaan dalam KRTI 2026 menjadi bagian dari upaya mahasiswa FT USK untuk terus mengembangkan inovasi teknologi dirgantara melalui kolaborasi lintas bidang.
Seulawah Team sendiri terdiri atas mahasiswa lintas program studi di Fakultas Teknik USK. Mereka berasal dari Program Studi Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Geofisika, dan Teknik Komputer.
Dalam persiapannya, tim mendapat pendampingan dari pelatih Cempala Aeromodelling, Fachri Mahfuddin, serta dosen pembimbing Dr. Ir. Mohd. Iqbal, M.T.
Seulawah Team yang berangkat ke IKN terdiri atas Kevin Adiatma, Dzawil Fahmi Sofyanda, Naufal Shaumi, dan Rauhul Haq dari Program Studi Teknik Mesin; Elsa Yulia Putri dari Program Studi Teknik Kimia; Suhra Wardiah dari Program Studi Teknik Geofisika; serta Feri Mauliandi Saputra dari Program Studi Teknik Komputer.
Sementara itu, salah seorang perakit Seulawah Team, Rauhul Haq, mengatakan proses persiapan untuk tampil di KRTI membutuhkan kerja sama dan ketelitian seluruh anggota.
"Pengembangan UAV tidak hanya soal membuat pesawat bisa terbang. Kami juga harus memastikan struktur, sistem kendali, perangkat elektronik, hingga perangkat lunaknya dapat bekerja dengan baik," kata Rauhul.
Ia menyebutkan, setiap bagian pesawat harus melalui proses pemeriksaan dan pengujian agar dapat digunakan dalam kompetisi.
Menurut Rauhul, pengalaman tampil di KRTI menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dan hasil kerja tim secara langsung di tingkat nasional.
"Kami berharap bisa memberikan penampilan yang maksimal dan membawa nama baik Seulawah Team, Universitas Syiah Kuala, serta Aceh," tutupnya. [nh]