Beranda / Berita / Aceh / Seorang Pengungsi Rohingya Meninggal Dunia di Kamp Lhokseumawe

Seorang Pengungsi Rohingya Meninggal Dunia di Kamp Lhokseumawe

Rabu, 09 September 2020 00:46 WIB

Font: Ukuran: - +

Kelompok berjumlah 297 orang ini, menurut Chris Lewa dari organisasi non-pemerintah Arakan Project, merupakan bagian dari sebuah kapal besar yang pada awalnya mengangkut sekitar 800 etnis Rohingya dari Bangladesh pada akhir Maret. (Foto: BBC)


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Seorang imigran etnis Rohingya meninggal dunia di tempat penampungan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa malam (8/9/2020).

Juru Bicara Satgas Penanganan Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki, mengatakan warga Muslim etnis Rohingya tersebut meninggal dunia sekitar pukul 18.45 WIB. Dia salah satu dari 297 orang Rohingya yang terdampar di Aceh pada Senin dini hari.

"Iya, benar satu orang pengungsi Rohingya meninggal dunia di tempat penampungan sementara di BLK Lhokseumawe," kata Marzuki, di Kota Lhokseumawe.

Dia menjelaskan, pengungsi etnis Rohingya yang meninggal tersebut bernama Khalimah, 21 tahun, berjenis kelamin perempuan. Kini, jenazah Khalimah sudah dibawa ke RSU Cut Meutia daerah setempat.

Menurut Marzuki, saat mendarat di Pantai Ujong Blang, gadis Rohingya tersebut sempat mengalami sesak nafas sehingga dibawa ke RSU Cut Meutia. Namun, karena keadaannya mulai membaik maka dipulangkan ke kamp pengungsian.

"Dia (Khalimah, red) sempat dipulangkan ke kamp pengungsian, namun sebelum meninggal dia mengalami sesak nafas dan keluar buih dari mulutnya. Saat dilakukan pertolongan pertama, akhirnya gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya," katanya.

Selain itu, kata Marzuki, sekarang ini ada dua pengungsi Rohingya lainnya yang sedang mendapat perawatan di RSU Cut Meutia yakni Muhammad Syakir(17 tahun) dan Khatijah(16 tahun). "Ada dua orang pengungsi yang saat ini sedang dirawat. Kita belum tau apa penyakit yang diderita," katanya.



Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

Berita Terkait
    riset-JSI
    Komentar Anda