Beranda / Berita / Aceh / Sektor Pariwisata Dinilai Mampu Kurangi Kemiskinan di Aceh

Sektor Pariwisata Dinilai Mampu Kurangi Kemiskinan di Aceh

Selasa, 23 Agustus 2022 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal. [Foto: ist]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Potensi untuk mengurangi kemiskinan dilihat dari beberapa fakta menyatakan pariwisata dapat mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pendapatan nasional, penciptaan lapangan pekerjaan, penerimaan devisa, dan pengembangan daerah.   

Salah satu faktor penyebab kemiskinan di Aceh adalah kurangnya lapangan pekerjaan sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional per Agustus 2021 mencatat sebanyak 207 ribu penduduk usia kerja menganggur.

Selama periode September 2021-Maret 2022, persentase penduduk miskin di Aceh turun dari 15,53 persen menjadi 14,64 persen. Turun dari 43.300 orang, dari 850.260 orang menjadi 806.820 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S. STP., M. Si mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka kemiskinan dengan penciptaan lapangan kerja serta bergeraknya usaha UMKM.

Tahun 2017 pariwisata sebagai penyumbang PDB dunia sebesar 10 persen, yang menyumbang 1 dari setiap 10 pekerjaan di seluruh dunia, dan penyumbang 30 persen ekspor dunia tertinggi yang menghasilkan pendapatan ekspor.

Pariwisata merupakan sektor yang berpusat pada penggunaan sumber daya manusia sebagai penggeraknya. Pariwisata juga memberikan dampak terhadap pengembangan daerah lokal yang nantinya mampu mengentas kemiskinan.

“Industri pariwisata tumbuh dan berkembang pada titik atraksi. Artinya, pelaku industri akan lebih mengetahui kebutuhan wisatawan dan mempersiapkan produk atau layanan yang dibutuhkan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Dialeksis.com, Selasa (23/8/2022).

Lanjutnya, hal ini juga membuka peluang terjadinya interaksi ekonomi secara langsung antara wisatawan dan pelaku industri. Hal ini agak sulit ditemukan pada industri lainnya.

Menurutnya, industri pariwisata mampu mengangkat keunggulan komparatif yang dimiliki suatu wilayah yang belum berkembang secara ekonomi. Seperti budaya, seni, keindahan alam, keanekaragaman flora dan fauna.

Lebih lanjut, ia mengatakan angka kunjungan wisatawan akan menambah serapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat serta membantu mereka dalam melakukan konservasi potensi yang dimiliki.

Industri pariwisata lebih beragam jika dibandingkan dengan industri lainnya. Hal ini adalah sebuah potensi yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas ekonomi lainnya, baik melalui penyediaan pekerjaan paruh waktu yang dapat mendukung mata pencaharian pokok masyarakat dan juga menambah pendapatan melalui luasnya rantai pasokan barang dan jasa.

Selain itu, kata dia, industri pariwisata adalah industri padat karya, yang berperan penting dalam pengurangan angka kemiskinan. Beberapa industri formal, akan menuntut keterampilan kerja dan latar pendidikan tertentu dalam proses rekrutmen.

Namun, lanjutnya, industri pariwisata menyediakan kesempatan bekerja yang luas, baik bagi pekerja terampil maupun yang tidak terampil. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi para pekerja yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan pekerjaan formal.

“Industri pariwisata memberi kesempatan bagi para pengusaha kecil untuk terlibat. Modal usaha yang kecil bukanlah hambatan bagi para pengusaha untuk ikut terlibat didalam industri ini,” terangnya.

Dan seiring dengan hadirnya kesempatan bagi mereka untuk berusaha, maka akan semakin memperbesar peluang mereka untuk mengembangkan usaha.

Industri pariwisata tidak hanya memberikan manfaat yang bersifat materi bagi masyarakat miskin, industri ini juga akan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya, adat istiadat dan nilai yang berkembang di tengah masyarakat, serta meningkatnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan agar sumber ekonomi dapat dipelihara secara berkelanjutan.

Infrastruktur pendukung pariwisata, seperti jalan, jembatan, ketersediaan air bersih dan akses telekomunikasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin.(Nor/bna)

Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda