DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Jalan nasional yang menjadi akses utama antara Medan dan Banda Aceh kembali mengalami amblas. Lubang besar di lajur kanan jalan yang berpotensi membahayakan pengendara kembali muncul pada Jumat (4/4/2025).
Lubang dengan diameter kurang lebih dua meter ini sempat diperbaiki sebelumnya. Namun, kerusakan yang sama kembali terjadi dengan lubang yang bahkan lebih besar. Amblas pertama tercatat pada 22 Januari lalu dan langsung diperbaiki oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Peureulak - Aceh Tamiang. Meski demikian, pada 23 Januari jalan tersebut kembali mengalami amblas. Setelah perbaikan kedua yang selesai pada awal Februari 2025, kondisi jalan kembali memburuk pada hari ini.
Plt. Kadis PUPR Aceh Tamiang, Mix Donal, menduga penyebab lubang tersebut adalah guguran tanah di bawah aspal akibat meningkatnya arus sungai yang disebabkan oleh curah hujan tinggi.
"Di bawah aspal terdapat gorong-gorong, dan kemungkinan karena hujan lebat kemarin terjadi pergerakan tanah," ungkapnya.
Kejadian serupa pernah terjadi di ruas jalan nasional di depan Islamic Center Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, yang mengakibatkan lubang misterius selebar dua meter. Lubang tersebut terus melebar hingga hampir menggerus separuh jalan raya. Seorang pengendara, Siti, menyatakan bahwa kondisi jalan yang amblas dan berbentuk lingkaran ini sangat membahayakan pengguna jalan.
"Ruas jalan yang amblas ini harus segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait untuk diperbaiki," ujarnya pada Rabu (22/1/2025).