Beranda / Berita / Aceh / Rohingya Terdampar, Pj Bupati Aceh Besar: Kami Bersimpati, Tapi Tetap Ikut Regulasi

Rohingya Terdampar, Pj Bupati Aceh Besar: Kami Bersimpati, Tapi Tetap Ikut Regulasi

Minggu, 08 Januari 2023 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

184 orang migran etnis Rohingya Myanmar kembali terdampar di pantai Kuala Gigieng Gampong Baro, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (8/1/2023). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Sebanyak 184 orang migran etnis Rohingya Myanmar kembali terdampar di Pantai Kuala Gigieng Gampong Baro, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (8/1/2023). 

Saat ini migran Rohingya ditampung di UPTD Dinsos Aceh di Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. 

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, mengatakan ini adalah rombongan kedua dari Rohingya yang terdampar di Aceh Besar. Dua pekan lalu rombongan Rohingya juga telah ditampung di UPTD Dinsos. 

“Kita telah berkoordinasi dengan Dinsos Aceh, dan telah diberikan izin untuk penampungan sementara di UPTD Dinsos Aceh,” kata Penjabat Bupati Aceh Besar. 

Menurut Iswanto, pihaknya telah melaporkan ke pihak atasan dalam hal ini Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, serta juga ke pihak Imigrasi Aceh menyangkut keberadaan para penyusup ilegal itu. Selain itu juga ke pihak IOM dan UNHCR, selaku badan yang paling bertanggungjawab terhadap migran lintas negara.

“Pemkab Aceh Besar hanya sebatas misi kemanusiaan dan kedaruratan,” tandas Iswanto.

Sementara secara internal, Muhammad Iswanto telah menginstruksikan Dinsos dan BPBD Aceh Besar untuk turun langsung ke lapangan, termasuk untuk membawa bantuan kemanusiaan dan kedaruratan, dan kini sedang dalam perjalanan menuju titik penampungan. 

Secara khusus Pj Bupati Aceh Besar itu menyatakan rasa terimakasih kepada Kapolresta Banda Aceh KBP Fahmi Irwan Ramli yang telah hadir di lokasi pendaratan untuk memberikan arahan kepada personilnya. Selain itu juga pihak prajurit TNI yang juga telah hadir di lokasi pendaratan. 

Muhammad Iswanto kembali berharap agar jajaran teritorial kelautan untuk lebih mewaspadai keberadaan Rohingya itu, karena mereka adalah pendatang ilegal yang tak semestinya masuk ke wilayah RI, khususnya Aceh. 

Seperti diberitakan sebelumnya, satu dari tiga boat pengungsi atau migran gelap etnis Rohingya dari Myanmar yang terpantau tiga mil di perairan Pulo Rondo, Sabtu (7/1/2023) kemarin akhirnya mendarat ke Pantai Kuala Gigieng Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM yang ditanyai seputar info tersebut, mengakui tentang adanya penyusupan oleh migran gelap Rohingya itu. 

“Saya telah mendapatkan informasi dari staf di lapangan, dan telah berkoordinasi dengan lintas pemangku kepentingan,” kata Muhammad Iswanto yang didampingi oleh Kadis Sosial Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi. 

Dinas Sosial Aceh Besar sudah  menyalurkan bantuan kedaruratan dan kemanusiaan bantuan yang kini sedang dalam pengantaran ke lokasi, adalah, kain panjang 80 lembar, baju anak laki2 25, baju anak perempuan 18, daster 80, akua kotak dan kueh. 

“Kami telah berkordinasi dengan Dinsos Aceh serta BPBA untuk langkah kedaruratan sesuai instruksi pimpinan,” kata Bahrul Jamil yang akrab disapa BJ itu.

Berikut laporan rinci dari lapangan, pada Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 14.30 Wib sebuah kapal beserta 184 orang migran gelap Rohingya Myanmar yang terdiri laki-laki dewasa 69 orang, anak laki-laki 24 orang, perempuan dewasa 75 orang dan anak perempuan 17 orang

184 orang penumpang yang berasal dari Negara Myanmar mengaku bertujuan ke Malaysia, tapi di tengah perjalanan mesin rusak sehingga mereka terdampar atau dibawa angin ke Pesisir Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. [NH]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda