Beranda / Berita / Aceh / Riswati Beri Pandangan Terkait Mesjid Banda Aceh Kurang Ramah Perempuan

Riswati Beri Pandangan Terkait Mesjid Banda Aceh Kurang Ramah Perempuan

Sabtu, 02 Oktober 2021 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizky

Direktur Eksekutif Flower  Aceh, Riswati. [Foto: IST]


DIALEKSIS.COM  | Banda Aceh - Direktur Flower Aceh, Riswati beri pandangan terkait penelitian mesjid Banda Aceh kurang ramah perempuan.

Riswati mengatakan dalam pembangunan itu penting memperhatikan keadilan gender karena itu berpengaruh pada dampak, kepentingan, kebutuhan, dan lainnya.

“Bicara tentang kesetaraan gender, ada 4 hal yang harus diperhatikan mulai dari akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat, seharusnya semua itu bisa didapatkan oleh laki-laki dan perempuan secara adil. Artinya sebuah program yang dijalankan di Aceh ya harus diperhatikan juga bahwa program itu benar-benar adil, jadi tidak hanya untuk laki-laki manfaatnya,” ucapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Sabtu (2/10/2021). 

Riswati juga menyampaikan untuk memastikan capaian-capaian yang udah dilakukan Aceh itu, jika masih ada kendala terhadap perempuan untuk mengakses pelayanan, ini dapat menjadi masukan bagi kebijakan di Aceh ini.

“Bagi saya memastikan relasi yang berimbang itu penting, salah satu relasi yang tidak seimbang itu kan berdampak kasus-kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan dan untuk memastikan keadilan gender ini terwujud dukungan dari semua pihak, bukan perempuannya aja yang punya kesadaran bahwa itu hak dia aja tapi dari eksternal juga harus mendukung, baik dari sisi keluarga yang terdekat, masyarakat, atau pemerintah yang punya tanggung jawab untuk memastikan gender itu,” lanjutnya.

Ia juga berharap supaya ada banyak akses-akses atau kesempatan yang berimbang buat perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi dan juga berkontribusi dalam pembangunan.

“Jadi kalau partisipasinya sudah beriringan maka manfaat pembangunan juga dirasakan oleh semua pihak secara adil dan jangan lupa juga ada kelompok marginal yang sering terlupakan, itu harus bisa dipastikan mendapat kesetaraan gender secara adil,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda