Beranda / Berita / Aceh / Ribuan Warga di Kabupaten Bireuen Masih Mengungsi, Satu Desa Dikabarkan Terisolir

Ribuan Warga di Kabupaten Bireuen Masih Mengungsi, Satu Desa Dikabarkan Terisolir

Senin, 23 Januari 2023 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Rizkita Gita
Foto: dok. Tagana Bireuen

DIALEKSIS.COM | Aceh - Ribuan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen masih mengungsi setelah rumahnya terendam banjir sejak 22 Januari 2023 hingga hari ini. Bahkan satu desa di kabupaten itu dikabarkan terisolir.

Berdasarkan informasi dari Tagana Bireuen, tercatat 1.433 jiwa dari 414 KK, masih mengungsi di meunasah atau balai. Lokasi pengungsian masing- masing di Kecamatan Peusangan, Kuala, Kota Juang, Makmur, Gandapura.

Koordinator Tagana Bireuen Zulfikar mengatakan, satu Desa Paya Baro, Kecamatan Gandapura, terisolir karena jalan akses ke desa itu digenangi air mencapai dua meter. Bantuan diantar terpaksa digunakan menggunakan speed boat.

“Sejak kemarin bantuan kita antar menggunakan speed boat, ketinggian air rata-rata 40 centimeter sampai dengan satu meter di pemukiman penduduk,” kata Zulfikar, Senin (23/1/2023) kepada Dialeksis.com.

Lanjutnya, mereka tidak dievakuasi karena memilih bertahan di lokasi pengungsian meunasah di desa itu, jadi tim Tagana memilih untuk mengantar bantuan langsung ke lokasi.

Foto: dok. Tagana Bireuen

Banjir itu, menurut dia, terjadi hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Bireuen mengakibatkan meluapnya meluapnya Sungai (Krueng Leubu) di Kecamatan Makmur serta meluapnya Paya Kareung di Kecamatan Peusangan, hingga ke pemukiman warga.

Selain itu, tiga rumah dikabarkan tertimbun tanah longsor milik warga di Kecamatan Peusangan, Desa Matang Sagoe. Kondisi rumah rusak parah.

“Rumah itu milik Muslim Ismail usia 45 tahun, Suryadi AR 44 tahun dan juga milik Munazar usia 40 tahun,” sebutnya.

Sejauh ini, kata Zulfikar, bantuan masa panik untuk warga masih terus disalurkan ke lokasi pengungsian. 

Dia mengimbau agar masyarakat segera melapor ke pihak apabila membutuhkan bantuan sembako atau ada korban yang sakit untuk evakuasi ke rumah sakit.

“Bantuan kita antarkan langsung ke lokasi pengungsian. Ada empat lokasi pengungsian, sejauh ini untuk sembako tidak ada kekurangan karena kemarin sudah diantar dari Provinsi,” ujarnya. [RG]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda