DIALEKSIS.COM | Jantho - Ratusan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan tokoh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee menggelar silaturahmi perjuangan dan doa bersama di kompleks makam Wali Neugara Aceh, Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.15 WIB itu diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari wilayah Pasee. Mereka datang menggunakan sekitar 150 kendaraan roda empat.
Sejumlah tokoh terlihat hadir, di antaranya Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar sekaligus anggota DPRA Hasballah alias Cuylt Apa, Ketua KPA Aceh Besar Muklis Basyah alias Adun Muklis, Wakil Ketua DPP Partai Aceh Tgk Muharuddin, serta anggota DPRA T. Heri Suhadi.
Hadir pula Panglima Wilayah Pasee Saiful Bahri alias Poh Yahya bersama jajaran panglima muda, mantan kombatan GAM dari berbagai wilayah, serta para anak syuhada Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa dan prosesi sumpah yang dipimpin Tgk. Yusuf.
Dalam sambutannya, Muklis Basyah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar eks kombatan dan tokoh perjuangan.
Ia juga mengajak seluruh elemen, baik dari wilayah barat, timur, selatan, maupun utara Aceh, untuk tetap bersatu dalam memperjuangkan butir-butir Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang dinilai masih menyisakan sejumlah poin yang belum terealisasi.
“Kegiatan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga penguatan komitmen bersama untuk menjaga semangat perjuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Muda D-IV Tgk Chiek di Tunong, Tgk M. Jhony, menegaskan bahwa seluruh peserta dari Pasee hadir untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga konsistensi perjuangan.
Hal senada disampaikan Panglima Muda Wilayah Pasee, Abu Yasir alias Pang Yasir, yang mengajak seluruh pihak menjaga kekompakan serta meneruskan komitmen perjuangan kepada generasi berikutnya.
Adapun Panglima Wilayah Pasee, Saiful Bahri alias Poh Yahya, menyebut kegiatan tersebut berjalan lancar, termasuk pelaksanaan doa dan sumpah bersama. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini dipercaya sebagai Panglima Wilayah Pasee yang baru, menggantikan almarhum Zulkarnaen.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat peran organisasi ke depan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin Tgk. Yusuf.
Dari hasil pemantauan Dialeksis, kegiatan tersebut juga diwarnai pemasangan bendera Bulan Bintang di sejumlah titik di sekitar lokasi. Secara umum, kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi internal dan penguatan solidaritas antar eks kombatan serta simpatisan. Kehadiran massa dari berbagai wilayah menunjukkan jaringan KPA masih solid. [arn]