Beranda / Berita / Aceh / Program Sembako Murah Mampu Kurangi Stunting

Program Sembako Murah Mampu Kurangi Stunting

Selasa, 11 Februari 2020 09:04 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Makasar - Program Sembako Murah adalah bentuk transformasi dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Salah satu hasil dari transformasi ini adalah bertambahnya komoditas pangan yang diberikan, seperti daging, ikan, sayur mayur, serta buah-buahan.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi stunting atau masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

"Ini (Program Sembako) sebetulnya ada hubungannya dengan stunting. Ada program pemerintah (Program Sembako) sekarang kita ingin mengurangi stunting," kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Andi ZA Dulung, pada acara Launching dan Sosialisasi Penyaluran Program Sembako Tahun 2020" di e-Warong Maraja, Kota Makassar, dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/2/2020).

Andi menyatakan, cara pemerintah mengurangi stunting melalui Program Sembako adalah dengan memberikan pilihan bahan pangan yang dapat dibeli oleh keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan dengan memperhatikan gizi. 

"Jadi memang inilah pemerintah terus menerus memperbaiki keadaan, makanya program ini pun ditambahkan dengan program pencegahan stunting dengan macam-macam kombinasi gizi," ujar Andi.

Andi menjelaskan bahwa para keluarga penerima manfaat (KPM) diberikan kebebasan dalam membelanjakan bantuan yang diberikan, sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan agar KPM menjadi bahagia.

Namun demikian, Andi melarang para KPM membeli barang yang tidak diperbolehkan, salah satunya rokok. Jika diketahui ada KPM yang membeli barang tersebut, maka sanksi akan diberikan kepada e-Warong yang menjualnya.

"Memang dikasih uang, tapi tidak boleh diterima cash. Nah yang tidak boleh, yang sangat dilarang adalah rokok. Kalau ketahuan warungnya ada yang melanggar itu izinnya akan dicabut," tegas Andi.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda