Selasa, 07 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Aceh Barat Berhasil Ditemukan Selamat

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Aceh Barat Berhasil Ditemukan Selamat

Selasa, 07 Juli 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Empat Hari Hilang di Laut, Nelayan Aceh Barat Berhasil Ditemukan Selamat. [Foto: Humas Res Abar]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Gampong Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, yang dilaporkan hilang kontak saat melaut akhirnya membuahkan hasil. 

Pada hari keempat pencarian, Selasa (7/7/2026), nelayan bernama Ridwan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di wilayah perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, setelah sebelumnya mengalami kerusakan mesin pada kapal yang digunakannya.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Aceh Barat bersama masyarakat nelayan yang turut melakukan pencarian. 

Kehadiran personel Polri di lapangan menjadi wujud nyata komitmen Polres Aceh Barat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa setelah menerima informasi dari nelayan sekitar pukul 13.00 WIB mengenai keberadaan korban di arah selatan perairan Ujung Raja, Kabupaten Nagan Raya, personel Satpolairud Polres Aceh Barat langsung bergerak menggunakan Kapal C2 Satpolairud menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melaksanakan evakuasi.

“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel menuju lokasi menggunakan kapal patroli Satpolairud. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Polri, sehingga setiap laporan terkait kondisi darurat akan kami tindak lanjuti secara cepat, tepat, dan profesional. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” ujar Kapolres.

Saat tiba di lokasi, personel Satpolairud mendapati KM Samudera milik Ridwan dalam kondisi mengapung dengan mesin tidak berfungsi akibat kerusakan pada bagian klep mesin yang putus. Selama kurang lebih empat hari, korban bertahan di tengah laut dengan menjangkar kapalnya sambil menunggu pertolongan.

Berdasarkan keterangan korban, kerusakan mesin menyebabkan dirinya tidak dapat melanjutkan pelayaran maupun kembali ke daratan. Boat yang digunakan tidak memiliki kemampuan bergerak sehingga korban hanya dapat bertahan hingga akhirnya ditemukan oleh nelayan yang ikut melakukan pencarian.

Personel Satpolairud bersama nelayan kemudian melakukan proses evakuasi dengan menarik KM Samudera menggunakan kapal nelayan menuju pangkalan di Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Setelah tiba di daratan, korban dipastikan dalam keadaan sehat sebelum diserahkan kepada pihak keluarganya.

Diketahui, Ridwan berangkat melaut seorang diri pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dari pangkalan boat di Gampong Padang Seurahet untuk mencari ikan menggunakan KM Samudera berukuran 2 GT. Keberangkatan tersebut merupakan pelayaran perdana setelah korban baru membeli kapal tersebut.

Hasil penelusuran petugas menunjukkan kapal menggunakan mesin Tiangli 32 yang memiliki karakter cukup berat saat dihidupkan. Korban bahkan kerap meminta bantuan rekan sesama nelayan ketika akan menghidupkan mesin tersebut. Diduga kerusakan mesin yang terjadi di tengah laut menjadi penyebab utama korban kehilangan kendali atas kapalnya dan tidak dapat kembali ke pangkalan.

Kapolres Aceh Barat mengapresiasi kepedulian masyarakat nelayan yang turut berpartisipasi dalam pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Polri dengan masyarakat nelayan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses pencarian. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga dalam setiap upaya kemanusiaan,” kata AKBP Yhogi Hadisetiawan.

Kapolres juga mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan aspek keselamatan sebelum melaut dengan memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan layak, membawa perlengkapan keselamatan serta alat komunikasi yang berfungsi dengan baik, dan menginformasikan rencana pelayaran kepada keluarga maupun rekan sesama nelayan.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Lakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal sebelum berlayar, gunakan alat keselamatan, serta pastikan ada pihak yang mengetahui rute pelayaran. Polres Aceh Barat akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik serta respons cepat terhadap setiap situasi yang menyangkut keselamatan masyarakat,” tutup Kapolres.

Keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Aceh Barat dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di laut. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI