Beranda / Berita / Aceh / Prof Mujiburrahman: Perdamaian di Dunia adalah Harapan Semua Penduduk Bumi

Prof Mujiburrahman: Perdamaian di Dunia adalah Harapan Semua Penduduk Bumi

Senin, 16 Oktober 2023 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, M.Ag sedang memberikan sambutan pada acara Konferensi Internasional Aman Assembly yang berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasymi, Banda Aceh (15/10/2023).


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perdamaian di dunia adalah harapan semua penduduk bumi, hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh pada saat memberikan sambutan di kegiatan Konferensi Internasional Aman Assembly yang diadakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry bekerjasama dengan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, mengangkat tema ”Religious Inclusion and Peacebuilding in the World: the Perspectives of Muslims” kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Ali Hasymi Kampus setempat, Minggu (15/10/2023).

“Kita telah melihat bahwa perdamaian didunia adalah harapan semua penduduk bumi, tidak ada hak bagi siapa pun untuk menghalangi setiap individu untuk hidup damai secara lahir dan batin,” ungkap Prof Mujib.

Ia juga mengatakan ada sisi dan sudut bumi yang masih begitu mahal untuk menikmati suasana damai, salah satunya palestina.

“Saya berharap forum ini nantinya dapat memberi rekomendasi dan aksi kongkrit untuk mengakhiri penderitaan saudara kita dipalestina agar mereka dapat hidup dengan penuh kedamaian dan keamanan di negeri nya sendiri,” kata Prof Mujib.

Mujiburrahman juga menambahkan bahwa konferensi internasional dan pertemuan forum AMAN ini, menjadi wadah silaturahmi antar pengurus forum, dan menjadi sarana penyampaian dan diskusi berbagai ide gagasan dan paradigma dalam membangun peradaban umat dan peradaban dunia yang mampu mengharmonisasikan hubungan antara Tuhan, manusia dan alam demi mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Konferensi Internasional ini di gelar selama tiga hari mulai 14 oktober 2023 hingga 16 oktober 2023 yang turut dihadiri oleh perwakilan 20 negara di dunia mulai dari Afghanistan, Australia, Bangladesh, Burundi, India, Indonesia, Iran, Kenya, Malaysia, Myanmar, Nepal, Nigeria, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Swedia, Thailand, United Kingdom dan Amerika Serikat.

Pada kesempatan yang sama, Presiden AMAN Prof Amelia Fauzi MA mengajak para peserta untuk berdoa atas kejadian yang berada di Gaza, Palestina.

“Saat ini menghadapi kesulitan dan eskalasi konflik yang meningkat. Kami berharap akan ada solusi untuk kejadian di Gaza. Kami berdoa agar semua orang dan pemangku kepentingan memiliki kekuatan untuk memperkuat diri mereka sendiri, duduk bersama, mengubah dan menghentikan konflik, mengubahnya menjadi perdamaian,” ungkap Prof Amelia.

Ia juga menjelaskan AMAN merupakan organisasi Muslim progresif yang didirikan untuk menjadi kekuatan penyatuan perdamaian dan tindakan sosial di Asia dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1990. Sudah hampir 33 tahun berlalu. Dan organisasi ini telah menjadi jaringan tidak hanya di Asia, tetapi juga di luar Asia.

Ia juga turut mengucapkan terima kasih kepada rektor dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh yang telah bekerja sama untuk mengadakan konferensi internasional dan AMAN Assembly 2023.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda