distanbun 10
Beranda / Berita / Aceh / Polemik Konser Musik, Irfan Dukung Disbudpar Aceh Fasilitasi Pertemuan MPU dengan Seniman

Polemik Konser Musik, Irfan Dukung Disbudpar Aceh Fasilitasi Pertemuan MPU dengan Seniman

Jum`at, 16 September 2022 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Akhyar

Seniman asal Aceh, Irfan. [Foto: ist]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pergelaran Konser musik di Aceh akhir-akhir ini menjadi polemik. Solanya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau agar sebaiknya konser musik ditiadakan di Aceh.  

Adapun pijakan yang dijadikan landasan oleh MPU Aceh ialah Fatwa No.12/2013 tentang Seni Budaya dan Hiburan Lainnya.

Di samping itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kabarnya akan memfasilitasi pertemuan antara Asosiasi Pariwisata Aceh untuk berdiskusi dengan MPU Aceh.

Wacana Koordinasi tersebut muncul seiring dengan pandangan Disbudpar Aceh bahwa tidak mungkin event-event bertajuk kebudayaan hanya ditampilkan dalam bentuk pertunjukan saja, karena kebudayaan juga bermain dengan kesenian dan alat musik yang semuanya merupakan syiar agama.

Menanggapi polemik konser musik ini, seorang seniman asal Aceh Irfan mengatakan, dirinya mendukung penuh usaha Disbudpar Aceh yang akan mempertemukan Asosiasi Pariwisata Aceh dengan MPU Aceh.

Irfan Berharap agar audiensi itu nantinya bisa menemukan titik tengah, sehingga tidak ada pegiat seni, pegiat event dan pihak-pihak yang dipatahkan kakinya oleh aturan tersebut.

Menurutnya, sejatinya aturan dibuat untuk terjalinnya keharmonisan dalam elemen masyarakat. Makanya, ia menegaskan, perlu adanya diskusi yang melibatkan pegiat seni dalam aturan berkesenian.

“Sekalipun ada batasan-batasan tertentu nantinya. Para pegiat seni ini tidak langsung jantungan ketika membaca aturan berkesenian di Aceh. Jadi, ada jeda waktu untuk memilih pindah ke luar Aceh,” ujar Irfan sambil tertawa kepada reporter Dialeksis.com, Banda Aceh, Jumat (16/9/2022).

Di sisi lain, Irfan selaku orang Aceh juga mendukung penuh penyampaian segala himbauan ulama dan umara di Aceh.

Namun dalam polemik ini, Irfan sangat berharap adanya keterlibatan para seniman yang diajak untuk berkoordinasi dalam merumuskan aturan berkesenian.

“Karena nantinya yang akan bersentuhan langsung dengan aturan ini ya para seniman dan pegiat seni,” pungkas Irfan.(Akh)


Keyword:


Editor :
Akhyar

distanbun 11
riset-JSI
Komentar Anda