Beranda / Berita / Aceh / Pj Bupati Iswanto Panen Perdana Jagung Hibrida di Mureu, Produksi Capai 8,6 Ton/Hektare

Pj Bupati Iswanto Panen Perdana Jagung Hibrida di Mureu, Produksi Capai 8,6 Ton/Hektare

Selasa, 02 Mei 2023 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM berbincang dengan anggota DPRA Saifuddin SE, anggota DPRK dan pejabat terkait lainnya usai panen jagung hibrida di Gampong Mureu, Kecamatan Indrapuri, Selasa sore (2/5/2023). [Foto: Media Center Aceh Besar]


DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM melakukan panen perdana jagung hibrida di Gampong Mureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (2/5/2023) sore.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRA Saifuddin SE, Asisten II Sekdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi, Kadistan Aceh Besar Jakfar SP MSi, anggota DPRK, kepala OPD terkait, forkopimcam Indrapuri, PPL, mantri tani, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Iswanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Panen Jagung hibrida Tahun 2023, yang produksinya mencapai 8,6 ton/hektare. Hal ini tentunya dalam upaya meningkatkan produktivitas areal dan kesejahteraan petani. 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya turut senang dan gembira, karena petani bersama kelompok tani di Gampong Mureu Kecamatan Indrapuri, pada hari ini telah berhasil serta sukses mengolah dan menggarap lahan pertanian jagung hingga panen,” katanya.

Iswanto menyatakan, keberhasilan ini tentunya perlu didukung serta berikan apresiasi, karena petani yang tergabung dalam kelompok tani, secara tidak langsung telah berkonstribusi secara nyata dalam peningkatan produksi dan produktivitas pangan, khususnya produksi jagung hibrida.

 Katanya lagi, panen jagung hibrida ini sungguh merupakan kondisi yang cukup membanggakan semua. Oleh karena itu, ia berharap, kiranya para petani, tetap semangat berproduksi maupun semangat memelihara, terus motivasikan diri, serta konsisten untuk lebih meningkatkan luas tanam maupun produktivitas panen di masa depan.

Pemkab Aceh Besar juga berharap kondisi ini tidak hanya untuk komoditi jagung, tapi juga untuk komoditi lainnya, terutama komoditi padi yang sangat berpengaruh pada stok pangan di Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Pj Bupati Aceh Besar, pembangunan bidang pertanian, termasuk usaha budidaya tanaman jagung, merupakan prioritas yang akan terus dikembangkan di Kabupaten Aceh Besar, karena telah menjadi misi Pemkab Aceh Besar mampu meningkatkan produksi jagung, padi, dan kedelai. Sebagai upaya untuk mewujudkan lumbung pangan di Kabupaten Aceh Besar.

Karena seperti yang diketahui bersama, bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan daerah, akan tetapi ikut berkontribusi besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja.

Ia melanjutkan, Kabupaten Aceh Besar memiliki topografi yang beragam. Oleh karenanya Aceh Besar memiliki potensi yang bervariasi di sektor pertanian seperti, padi, jagung, kedelai, sayuran, tanaman hias, tanaman perkebunan dan kehutanan.

Adapun perkiraan luas tanam dan panen jagung tahun 2023 ini adalah 56 Ha, dan yang dipanen tersebut sekitar 3 Hektare. Adapun hasil ubinan yang telah dilakukan pengambilan ubinan oleh Dinas Pertanian melalui Mantri Tani setempat hasilnya cukup memuaskan yaitu rata“rata produktivitas jagung hibrida 8,6 Ton/Ha. 

“Kondisi saat ini tentunya sangat mengembirakan kita semua. Pemkab Aceh Besar akan selalu mendorong agar petani untuk terus bergiat diri dalam usaha tanaman jagung,” ujarnya.

Dorongan dan motivasi bagi petani guna meningkatkan kesejahteraannya, termasuk dalam penganggaran kegiatan yang mendorong peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Aceh Besar.

Untuk itu peran semua pihak-pihak yang terkait, terutama penyuluh baik penyuluh PNS maupun penyuluh PPPK terus melakukan pendampingan dan upaya upaya lain dalam mendorong peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani.

Iswanto melanjutkan, Kabupaten Aceh Besar adalah kabupaten penyangga produksi beras untuk wilayah sekitar, termasuk Banda Aceh, Sabang dan juga Aceh Jaya. Ke depannya diharapkan prestasi ini juga dapat dicapai untuk komoditi tanaman jagung hibrida dan terus ditingkatkan serta sangat memungkinkan Kabupaten Aceh Besar ini menjadi penyangga beras nasional dengan segala potensi yang dimiliki.

Sementara itu, anggota DPRA Saifuddin SE menambahkan, panen jagung hibrida itu sangat membahagiakan petani di wilayah itu. "Alhamdulillah, hasil panen sangat baik," ungkap Saifuddin. [MCAB]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda