Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Perpustakaan Kuno Tanoh Abee Kembali Dilirik Dunia, Masuk Agenda Memory of the World 2026

Perpustakaan Kuno Tanoh Abee Kembali Dilirik Dunia, Masuk Agenda Memory of the World 2026

Selasa, 03 Februari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Perpustakaan Kuno Teungku Chik Tanoh Abee yang berada di Desa Tanoh Abee, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perpustakaan Kuno Teungku Chik Tanoh Abee kembali mendapat pengakuan bergengsi di tingkat nasional dan internasional. 

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) selaku Ketua Komite Memory of the World (MoW) Indonesia secara resmi mengundang lembaga warisan keilmuan Islam klasik tersebut untuk berpartisipasi dalam Program Warisan Dokumenter Memori Kolektif Bangsa dan Memory of the World tahun 2026.

Undangan ini menjadi bagian dari program partisipasi UNESCO yang mendorong negara-negara anggota untuk mengembangkan kegiatan pelestarian warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi peradaban dunia.

Cutbang Abulis, ponakan Cut Fid sekaligus penanggung jawab Pustaka Tanoh Abee, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian berkelanjutan dari ANRI dan UNESCO.

“Kami sangat bersyukur. Undangan ini bukan hanya kehormatan, tapi juga pengingat bahwa manuskrip yang diwariskan para ulama terdahulu memiliki nilai besar bagi dunia,” kata Cutbang Abulis kepada media dialeksis.com, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, dukungan terhadap pelestarian manuskrip Tanoh Abee terus menguat. Sejumlah lembaga turut terlibat dalam pendataan, konservasi, hingga digitalisasi naskah.

“ANRI, Asian Culture Center, UNESCO, UIN Ar-Raniry, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, dan berbagai institusi lain sudah membantu kami. Tanpa kolaborasi ini, banyak manuskrip mungkin sudah rusak dimakan usia,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kondisi fisik naskah yang sangat rentan terhadap kelembapan, jamur, dan serangga, sekaligus memastikan generasi muda tetap mengenal nilai sejarahnya.

Perpustakaan Tanoh Abee dikenal sebagai salah satu pusat penyimpanan manuskrip Islam klasik terbesar di Aceh. Koleksinya meliputi ratusan naskah keagamaan, tasawuf, fikih, tauhid, hingga catatan sejarah dan silsilah ulama yang ditulis tangan berabad-abad lalu dalam aksara Arab, Jawi, dan bahasa Melayu klasik.

Pada 2025 lalu, ANRI bersama Asian Culture Center dan UNESCO telah menetapkan seluruh koleksi Perpustakaan Kuno Tanoh Abee sebagai bagian dari warisan dunia yang harus dijaga, dilestarikan, dan dipertahankan keberlanjutannya. 

Koleksi tersebut merupakan milik keluarga keturunan Teungku Chik Tanoh Abee dan kini berada di bawah tanggung jawab pimpinan Zawiyah, Cut Fid atau Teungku Abdul Hafidz al Fairusy al Baghdady.

Program Memory of the World sendiri merupakan inisiatif UNESCO yang bertujuan melindungi dan membuka akses terhadap warisan dokumenter dunia, mulai dari manuskrip, arsip, hingga rekaman penting yang merekam perjalanan peradaban manusia.

“Warisan dokumenter seperti yang tersimpan di Tanoh Abee adalah jembatan pengetahuan lintas generasi. Upaya pelestariannya tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ujarnya.

Cutbang Abulis juga berharap perhatian lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Provinsi Aceh terhadap situs Zawiyah dan Perpustakaan Kuno Tanoh Abee.

“Sejak dulu sampai sekarang, kawasan ini adalah situs penting bagi masyarakat Aceh. Di sini bukan hanya ada manuskrip, tapi juga jejak pendidikan, dakwah, dan sejarah ulama besar. Ini warisan bersama yang harus dijaga,” tegasnya.

Ia berharap ke depan ada dukungan dalam bentuk perbaikan infrastruktur, fasilitas penyimpanan standar konservasi, serta pengembangan pusat edukasi agar Tanoh Abee bisa menjadi rujukan studi manuskrip Islam Nusantara.

"Dengan masuknya kembali Tanoh Abee dalam agenda Memory of the World 2026, perpustakaan kuno yang berakar dari tradisi dayah Aceh itu kini semakin menegaskan posisinya sebagai simpul penting peradaban ilmu pengetahuan dari Serambi Mekkah untuk dunia," tutupnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI