Minggu, 31 Agustus 2025
Beranda / Berita / Aceh / Perdana, Pengibaran Merah Putih di Kompleks Makam Cut Meutia

Perdana, Pengibaran Merah Putih di Kompleks Makam Cut Meutia

Sabtu, 30 Agustus 2025 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Perdana pengibaran bendera merah putih di makam pahlawan Aceh Cut Mutia (foto/ Dok)

DIALEKSIS.COM| Aceh Utara - Danrem 011 Lilawangsa mencapat sejarah, perdana menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di makam Cut Mutia, ditengan hutan belantara, Desa Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Pengibaran sang saka merah putih berlangsung Sabtu (30/8/2025), dipimpin langsung Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran. Untuk mencapai makam pejuang Aceh ini bukanlah pekerjaan mudah, namun mereka yang ingin mengibarkan merah putih di sana, walau berpeluh keringat dengan medan yang berat, upacara berlangsung sukses.

Pasukan yang ingin mengibarkan merah putih di makam Cut Mutia mulai bergerak sejak ejak pagi Pukul 08.00 Wib, dari Korem Lilawangsa. Perjalanan panjang sejauh 56 mencapai lokasi. Rombongan Danrem menggunakan trail menempuh jalan medan extrem, sebagian dengan mobil double cabin.

Pengibaran bendera berhasil dilakukan setelah pihak TNI sebelumnya memugar makam pejuang Aceh di tengah hutan belantara ini.

Momen bersejarah ini berlangsung sederhana namun hikmat. Upacara diikuti ratusan peserta, prajurit TNI dari berbagai satuan dari Tiga Matra yang berada di jajaran Korem 011/Lilawangsa, juga Polri dan warga setempat.

Selain Danrem, upacara ini dihadiri Danlanal Lhokseumawe, Letkol Mar Bondan Wahyu Adi, Danbrigif 25/Siwah, Letkol Inf Dr Dimar Bahtera, Ketua persit KCK Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini Imran beserta para Ketua persit KCK Cabang sejajaran Koorcab Rem 011 PD IM.

Selain itu, para Dandim sejajaran Korem 011/LW, para Komandan Satuan Dinas Jawatan (Satdisjan) Lhokseumawe, Danyonkav 11/MSC, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, para Perwira, Bintara serta Tamtama dan warga yang hadir.

Dalam sambutan, Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyampaikan, upacara hari ini terasa berbeda dan lebih istimewa.

“Kita memilih tempat di Kompleks makam pahlawan Nasional Cut Meutia, yang berada di Tengah-tengah hutan belantara untuk menyemarakkan hari ulang tahun ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia,” sebut Danrem.

“Ini adalah sebuah pengingat yang kuat, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan, pengorbanan, dan tetesan darah para pahlawan,” sebutnya.

Menurutnya, delapan puluh tahun yang lalu, para pendahulu kita berjuang dengan gagah berani, mengorbankan segalanya demi satu cita-cita yaitu indonesia merdeka. Mereka tidak pernah meminta balasan, mereka hanya ingin melihat bangsa ini berdiri tegak dan berdaulat.

“Disinilah, di hutan ini, salah satu tempat yang sunyi namun penuh makna, tempat gugurnya pahlawan nasional cut meutia. Beliau dimakamkan disini, bagaimana beratnya perjuangan beliau, harus kita renungi, bahwa perjuangan yang tulus itu membuahkan hasil yang kita nikmati saat ini,” sebut Danrem.

“Bendera Merah Putih yang dikibarkan, bukan sekedar kain berwarna, itu lambang kehormatan, lambang perjuangan, dan lambang kedaulatan bangsa. setiap kali melihatnya berkibar, kita harus ingat bahwa dibaliknya ada Jiwa-jiwa mulia yang telah berkorban.”

“Tugas kita sekarang bukan lagi berperang melawan penjajah, melainkan melanjutkan perjuangan mereka dengan cara berbeda. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata, dedikasi untuk membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” pinta Danrem.


Keyword:


Editor :
Redaksi

perkim, bpka, Sekwan
riset-JSI
pelantikan padam
17 Augustus - depot
sekwan - polda
damai -esdm
bpka