Beranda / Berita / Aceh / Pengusaha Rokok Haba Aceh Harap Pemerintah Berikan Pelatihan Bagi Pelinting SKT

Pengusaha Rokok Haba Aceh Harap Pemerintah Berikan Pelatihan Bagi Pelinting SKT

Kamis, 28 Desember 2023 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Owner Rokok Hawa Bakong Aceh (HABA), Taufikul Hadi. [Foto Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Owner Rokok Hawa Bakong Aceh (HABA), Taufikul Hadi berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan pelatihan bagi para pelinting Sigaret Kretek Tangan (SKT) di provinsi Aceh.

Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kecepatan dan menambah wawasan terhadap sistem kerja cara melinting rokok yang efektif.

"Kita mau tau agar lebih cepat cara melinting rokok, kalau sekarang, masih kurang cekatan," kata Taufiq kepada Dialeksis.com, Kamis (28/12/2023).

Taufiq mengatakan setiap tahun, Pemerintah Aceh menerima dana dari cukai namanya DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) dari setiap usaha pengembangan tembakau yang dilakukan di Aceh. Namun, dana dari cukai tersebut hanya digunakan untuk kegiatan pengadaan alat dan biaya operasional saja.

Ia berharap dana cukai ini bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha tembakau dengan dilakukan berbagai pelatihan dalam meningkatkan keterampilan dan membuka lapangan kerja.

"Kami selalu menyetorkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau kepada pemerintah sebagai wujud komitmen. Kami berharap dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas kami," ujarnya.

Taufiq mengatakan petani tembakau di Aceh membutuhkan dukungan teknis untuk bisa meningkatkan kemampuan teknologi dalam pengolahan tembakau.

Dikatakan, pengembangan teknologi bisa memberdayakan para petani untuk menanam tembakau yang bisa digunakan sebagai sumber energi yang dapat diperbarui. 

Menurutnya, dukungan finansial untuk petani tembakau bisa didapatkan melalui berbagai upaya komprehensif. Di antaranya memperuntukkan proses perpajakan untuk membiayai program transisi tembakau dimana diperlukan.

"Mereka (pelinting rokok) tidak pernah mengikuti pelatihan yang dibuat oleh pemerintah. Kami juga ingin agar pemerintah bisa memfasilitasi para pekerja di industri tembakau dengan melakukan studi banding ke luar daerah. Karena ini diperlukan agar para pekerja tau bagaimana sistem linting rokok yang cepat," pungkasnya

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda