Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pemko Sabang Dorong Ekowisata Jaboi dan Produk Lokal Naik Kelas

Pemko Sabang Dorong Ekowisata Jaboi dan Produk Lokal Naik Kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah Kota Sabang mendorong pengembangan ekowisata Gunung Api Jaboi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi. [Foto: Prokopim Sabang]


DIALEKSIS.COM | Sabang - Pemerintah Kota Sabang mendorong pengembangan ekowisata Gunung Api Jaboi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan fasilitas wisata, pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Gampong Jaboi.

Komitmen itu dibahas dalam rapat koordinasi pendampingan dan pengembangan KUPS Serbok Jaboi yang dipimpin Wakil Wali Kota Sabang, Suradji, di Ruang Rapat Wali Kota Sabang, Rabu (21/10/2026).

Suradji mengatakan, pengembangan usaha masyarakat membutuhkan koordinasi lintas sektor agar berbagai kendala di lapangan dapat ditangani secara terarah.

“Kita ingin setiap pertemuan menghasilkan tindak lanjut yang jelas. Apa yang menjadi kebutuhan KUPS harus diinventarisasi, kemudian kita lihat mana yang bisa ditangani langsung dan mana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun pihak lain,” kata Suradji.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi penyediaan air bersih, pembangunan gapura kawasan, pembersihan jalur akses, perbaikan penerangan jalan, serta peningkatan keamanan di sekitar kawah.

Selain infrastruktur, Gunung Api Jaboi juga diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi yang memadukan rekreasi dan pembelajaran berbasis alam. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah edukasi budidaya buah naga, mulai dari penanaman hingga panen.

Pengembangan tersebut didukung Program *Blended Finance Model* (BFM) di Aceh, melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan WRI Indonesia. Program ini mendampingi KUPS Serbok Jaboi dalam pengelolaan destinasi, peningkatan kemampuan pemandu wisata, serta pengembangan produk berbahan dasar belerang, seperti sabun dan lulur.

Rencana pengembangan kawasan juga mencakup pembangunan pagar pengaman di titik rawan kawah, jembatan akses, spot foto interaktif, perbaikan jalur pendakian, serta pembenahan musala dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Dalam 90 hari pertama, program difokuskan pada verifikasi kebutuhan teknis dan pelaksanaan pelatihan prioritas.

Saat ini, KUPS Serbok Jaboi telah mengembangkan sejumlah usaha, antara lain ekowisata Gunung Api Jaboi, kolam air panas Dragon Park Jaboi, agrowisata buah naga, serta produksi sabun belerang dan teh sarang semut.

Untuk memperluas pasar, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk, pemenuhan perizinan, pengemasan yang menarik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Sektor perhotelan dan homestay di Sabang dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi produk masyarakat.

“Produk yang dihasilkan masyarakat harus kita bantu agar semakin berkualitas, memiliki legalitas yang diperlukan, dan dikenal pasar,” ujar Suradji.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, kelompok usaha, dan mitra pendamping, pengembangan Serbok Jaboi diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Gunung Api Jaboi sekaligus memperluas peluang usaha dan menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI