Kamis, 09 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pemko Langsa Perkuat Kolaborasi dengan Ulama, Halaqah Hasilkan Rekomendasi Pembangunan Daerah

Pemko Langsa Perkuat Kolaborasi dengan Ulama, Halaqah Hasilkan Rekomendasi Pembangunan Daerah

Rabu, 08 Juli 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Penyelenggaraan Halaqah Ulama dan Pimpinan Dayah Tahun 2026 yang mengusung tema "Dengan Halaqah Kita Wujudkan 22 Program Wali Kota", yang berlangsung di Aula Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Selasa (7/7/2026). [Foto: Prokopim Langsa]


DIALEKSIS.COM | Langsa - Pemerintah Kota (Pemko) Langsa terus memperkuat sinergi dengan kalangan ulama sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Halaqah Ulama dan Pimpinan Dayah Tahun 2026 yang mengusung tema "Dengan Halaqah Kita Wujudkan 22 Program Wali Kota".

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Selasa (7/7/2026), dibuka oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Langsa, Al Azmi, yang mewakili Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Al Azmi, ditegaskan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Kota Langsa.

"Pemerintah Kota Langsa meyakini bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Dengan kebersamaan, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta mewujudkan Kota Langsa yang religius, maju, dan bermartabat," ujarnya.

Ia menjelaskan, halaqah tidak hanya menjadi forum diskusi keagamaan, tetapi juga ruang strategis untuk menghimpun gagasan, pemikiran, serta rekomendasi dari para ulama sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, Pemko Langsa berharap lahir berbagai masukan yang konstruktif guna mendukung pelaksanaan 22 Program Unggulan Wali Kota sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mengajak para ulama, pimpinan dayah, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Langsa yang religius, adil, sejahtera, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Tgk. H. Shalahuddin, mengatakan Halaqah Ulama Dayah Tahun 2026 merupakan salah satu upaya memperkuat peran strategis ulama dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemikiran dan rekomendasi yang konstruktif.

Menurutnya, halaqah dirancang sebagai forum ilmiah yang mendorong tradisi musyawarah dan diskusi di kalangan ulama dalam membahas berbagai persoalan keagamaan maupun kemasyarakatan secara berkelanjutan.

"Halaqah ini diharapkan mampu membentuk pribadi muslim yang utuh, memperkuat karakter Islami, meningkatkan wawasan keislaman, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para ulama, pimpinan dayah, dan seluruh peserta," katanya.

Ia menambahkan, forum tersebut juga diharapkan dapat memperdalam pemahaman agama, menumbuhkan akhlakul karimah, memperkuat persatuan, serta meningkatkan pengamalan ilmu yang memberi kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.

Ketua Panitia Halaqah Ulama Dayah Tahun 2026, Armia, menyebutkan kegiatan ini diikuti 15 pimpinan dayah dari berbagai wilayah di Kota Langsa. Halaqah menghadirkan dua narasumber, yakni Tgk. H. Salahuddin Muhammad dan Tgk. Faisal Syahkubat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Baitul Mal Kota Langsa, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Bappeda Kota Langsa, para pimpinan dayah, serta panitia penyelenggara.

Melalui kegiatan ini, Pemko Langsa berharap sinergi yang semakin erat antara ulama dan pemerintah mampu memperkuat pelaksanaan 22 Program Unggulan Wali Kota sehingga pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada kemajuan infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan karakter masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI