Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Pemko Banda Aceh Lanjutkan Pembahasan Kerja Sama di Bidang Air Minum

Pemko Banda Aceh Lanjutkan Pembahasan Kerja Sama di Bidang Air Minum

Kamis, 14 Maret 2019 22:07 WIB


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh dan PT Adaro Energy Tbk melalui anak perusahaannya PT Adaro Tirta Mandiri melanjutkan pembahasan kerja sama di bidang air minum.

Kali ini, kedua belah pihak membahas dokumen pra studi kelayakan proyek penurunan Non Revenue Water (NRW) di Banda Aceh atau air tak berekening alias tingkat kehilangan air. Berdasarkan kalkulasi dari PDAM Tirta Daroy, NRW Banda Aceh tercatat sekira 44 persen.

Pertemuan yang digelar di Balai Kota Banda Aceh itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Aminullah Usman dan wakilnya Zainal Arifin, Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub, sejumlah pejabat terkait lainnya, serta perwakilan dari PT Adaro Tirta Mandiri.

Membuka pertemuan, Aminullah mengatakan penuntasan persoalan air minum pada awal 2020 merupakan janji pihaknya kepada masyarakat. “Upaya ini membutuhkan biaya yang besar, dan oleh karenanya kami berinisiatif mendatangkan investor untuk bekerjasama dengan Pemko Banda Aceh.”

Layanan air minum yang baik, katanya, selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi syarat penting bagi investor di berbagai bidang lainnya untuk masuk ke Banda Aceh. “Kami mencari cara yang cepat dan tepat agar target penyelesaian air bersih pada 2020 dapat tercapai.”

Ia menambahkan, selain upaya kerja sama dengan investor, secara internal PDAM Tirta Daroy terus menjalankan program yang telah ada. “PT Adaro atau investor manapun nanti yang fix kita gandeng, tidak akan mencampuri urusan manajemen PDAM Tirta Daroy,” ungkapnya.

“Hasil pra studi kelayakan oleh PT Adaro Tirta Mandiri ini akan kami pelajari terlebih dahulu secara internal. Setelah itu, baru kita gelar pertemuan lanjutan. Besar harapan kami kerja sama ini dapat segera terwujud dalam waktu dekat” kata wali kota.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Rasyid representatif PT Adaro Tirta Mandiri memaparkan hasil pra studi kelayakan proyek penurunan NRW di Banda Aceh yang telah dilakukan pihaknya. “Kesimpulan kami, proyek ini layak secara teknis, finansial, dan prosedural untuk dilanjutkan.”

Ia menjelaskan, jika memenangkan tender proyek ini nantinya, pihaknya akan melakukan pengembangan GIS dan sistem informasi manajemen NRW. “Di samping itu, kami akan membangun 49 district meter area (DMA) di empat zona, mendeteksi kebocoran secara aktif dan pengelolaan tekanan harian.”

“Target yang ingin kami capai antara lain penurunan NRW hingga 22 persen, tekanan air tanpa pompa bisa naik hingga ke lantai dua di rumah-rumah warga, pelayanan 24 jam, dan penambahan pendapatan bagi PDAM Tirta Daroy,” katanya seraya menyebut beberapa kota yang telah bekerjasama dengan pihaknya yakni Banjarbaru, Sampit, dan Dumai. (Jun)

Editor :
Pondek

pelantikan pengurus PSC (TNI)
Komentar Anda