Beranda / Berita / Aceh / Pemerhati Sejarah Sebut Resep Kuliner Aceh Berubah karena Hutan Rusak

Pemerhati Sejarah Sebut Resep Kuliner Aceh Berubah karena Hutan Rusak

Selasa, 28 Maret 2023 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerhati Sejarah Aceh, Tarmizi Abdul Hamid mengatakan, tanaman hutan yang tumbuh liar bagi orang Aceh sejak dulu menjadi bumbu dapur hingga obat. Akhir-akhir ini, beberapa jenis tanaman itu hilang dan sulit dicari.

Menurut Tarmizi Abdul Karim atau yang akrab disapa Cek Midi, Kekurangan bahan baku ini disebabkan rusaknya hutan yang ada di Aceh.

"Ada resep kuliner Aceh yang berubah dengan kondisi alam yang tidak sehat," kata Cek Midi kepada Pewarta Dialeksis.com, Selasa (28/3/2023).

Cek midi menambahkan bahwa kelangkaan beberapa jenis tumbuhan liar ini, membuat warga Aceh akhirnya mengubah resep kulinernya. 

"Bila dulu masakan bertabur rempah sekarang banyak yang sudah diganti dengan penyedap rasa buatan," katanya.

Cek Midi menambahkan bahwa masyarakat Aceh masa kesultanan dulu sangat bergantung dengan hutan sehingga sangat menjaganya.

Dalam naskah Qanun Al-Asyi atau undang-undang Kesultanan Aceh Darussalam yang dikoleksi Cek Midi, sultan sangat detail mengatur soal hutan.

Misalnya, Qanun Al-Asyi mengatur tiap menebang sebatang pohon di hutan wajib menanam sebatang yang lain. Tak cuma itu, pohon yang ditebang juga tidak boleh kurang 100 meter dari sungai atau sumber air.

Pohon yang ditebang juga tak sembarangan, mesti pohon tua yang daunnya kering dan sudah berjatuhan. 

"Waktu diketuk batangnya, daun kering jatuh, itu baru boleh ditebang," jelasnya.

Lanjutnya, sultan juga memilih Pawang Uteun atau pawang hutan di tiap kawasan hutan. Mereka inilah yang jadi penjaga hutan masa kesultanan.

Bumbu kuliner Aceh mengandung rempah atau daun-daun tumbuhan liar karena fungsi selain penghilang lapar juga sekaligus obat-obatan. 

"Selain makan, dia sudah terobati dengan rempah-rempah," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda