Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa akan Lintasi 4 Kecamatan di Atam

Pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa akan Lintasi 4 Kecamatan di Atam

Kamis, 31 Oktober 2019 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : M. Hendra Vramenia
Kepala Bappeda Aceh Tamiang, Drs. Rianto Waris. [Foto. M. Hendra Vramenia/Dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Rencana Pembangunan jalan tol Binjai-Langsa sepanjang 131 Kilometer, akan melintasi empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang dan untuk itu berbagai sosialisasi untuk pembangunan jalan itu sudah dilakukan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Drs. Rianto Waris kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

"Ada 31,6 kilometer dari total 131 kilometer panjang ruas tol Binjai-Langsa meliputi empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Kecamatan Kejuruan Muda, Sekerak, Karang Baru, dan Manyak Payed," jelasnya.

Menurutnya, terkait pembangunan jalan tol tersebut, Pemkab Aceh Tamiang terus melakukan sosialisasi ke masyarakat setempat karena direncanakan pembangunan jalan tol akan dimulai pada tahun 2022.]

Hingga kini telah disepakati bahwa rest area atau tempat istirahat jalan tol segmen ini di kilometer 88 atau sekitar satu kilometer dari perbatasan Sumatera Utara-Aceh tepatnya di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda.

Seperti diketahui, Bupati Aceh Tamiang Mursil telah meminta kepada instansi terkait supaya pembangunan jalan tol segmen Binjai-Langsa dapat membawa berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama di jalur lintas jalan bebas hambatan tersebut.

"Yang lain, seperti pintu masuk tol besok akan kami diputuskan di FGD (diskusi kelompok terarah) Banda Aceh. Rencana yang kami usulkan di Kejuruan Muda, tepatnya di depan SMA 2, Gang Proyek, Bukit Rata," kata Rianto.

Kepala Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Bappeda Aceh Tamiang, Muhammad Yani menambahkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan membahas teknis lintas sektoral baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"FGD terakhir itu dilaksanakan kemarin, Rabu (30/10/2019) yang diinisiasi oleh Bappeda Aceh dengan berbagai pemangku kepentingan di antaranya PT Virama Karya sebagai konsultan jalan tol di segmen ini," tuturnya.

PT Hutama Karya (Persero) bulan lalu telah menargetkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada pembangunan jalan tol ruas Aceh-Medan di segmen Binjai-Langsa agar bisa ditandatangani paling lambat Oktober 2019.

"Kami sudah kirim surat ke menteri PUPR yang sekarang sedang melakukan kajian riset kami. Misalnya IC (interchange), bener enggak bangunan sekian," ujar Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto. (mhv)


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda